Ilmu Pengetahuan
Home » Blog » 10 Bakteri yang Menguntungkan dan Manfaatnya

10 Bakteri yang Menguntungkan dan Manfaatnya

10 Bakteri ini memiliki sifat yang menguntungkan bagi manusia karena manfaatnya. Saat mendengar kata bakteri kita pasti akan menganggap jika mereka adalah penyebab penyakit dan infeksi! Padahal tidak semua jenis bakteri itu berbahaya untuk manusia.

Terdapat banyak jenis bakteri yang memiliki peran penting dan menguntungkan bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Kira-kira apa saja bakteri-bakteri ini? Berikut ulasan singkatnya!

10 Bakteri yang Menguntungkan dan Manfaatnya

Berikut adalah 10 jenis bakteri yang menguntungkan dan manfaat yang mereka berikan bagi kehidupan di sekitarnya:

1. Lactobacillus

Lactobacillus adalah sekelompok bakteri yang menguntungkan yang termasuk dalam kategori probiotik, yaitu mikroorganisme yang memberikan manfaat kesehatan ketika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Bakteri ini secara alami ditemukan dalam saluran pencernaan dan organ reproduksi manusia serta dalam beberapa makanan fermentasi seperti yoghurt dan kefir.

Lactobacillus sangat bermanfaat karena memiliki peran utama dalam menjaga keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan, yang dapat membantu menurunkan risiko infeksi yang disebabkan oleh bakteri patogen. Selain itu, Lactobacillus mendukung sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi serta berperan dalam sintesis beberapa vitamin, seperti vitamin B dan K.

Bakteri ini juga berperan dalam menjaga keseimbangan fisiologis, seperti pada ekosistem vagina, dengan membantu menjaga pH yang sesuai untuk mencegah pertumbuhan patogen.

2. Rhizobium

Rhizobium adalah genus bakteri yang dapat menetap di dalam nodul akar tertentu pada tanaman leguminosa (kacang-kacangan) melalui simbiosis mutualistik. Bakteri ini mampu mengubah nitrogen yang berasal dari udara (N2) menjadi bentuk yang dapat diabsorpsi oleh tanaman, yakni amonia (NH3), melalui proses yang dikenal sebagai fiksasi nitrogen. Proses ini sangat penting karena nitrogen adalah unsur krusial yang dibutuhkan oleh semua bentuk kehidupan untuk pembuatan asam amino dan protein.

Bakteri Rhizobium berperan dalam mengonversi nitrogen bebas di atmosfer menjadi amonia, sejenis nitrogen yang dapat langsung digunakan oleh tanaman. Bakteri Rhizobium dapat meningkatkan kadar nitrogen dalam tanah, sehingga memperbaiki kesuburan tanah dan mengurangi kebutuhan untuk menggunakan pupuk nitrogen sintetis.

3. Bifidobacterium

Bifidobacterium adalah genus dari bakteri asam laktat yang berperan penting dalam usus besar manusia dan hewan. Mereka merupakan mikroorganisme gram-positif, anaerobik, non-motil, yang tidak membentuk spora, berbentuk batang, dan memiliki kandungan guanosin-citosin (G+C) yang tinggi (55-67%). Bakteri ini umumnya terdapat dalam bentuk yang berpasangan, membentuk huruf V atau Y, dan memiliki suhu optimal untuk pertumbuhan mereka.

Bifidobacterium berguna untuk membantu memecah karbohidrat dan menetralkan racun di dalam usus. Penelitian menunjukkan bahwa kekebalan tubuh manusia bisa meningkat setelah mengonsumsi probiotik yang mengandung Bifidobacterium longum dalam waktu tertentu. Keberadaan Bifidobacterium di dalam usus besar tidak hanya mendukung proses pencernaan, tetapi juga berdampak positif terhadap sistem imun tubuh dan menawarkan perlindungan dari beberapa jenis infeksi.

4. Azotobacter

Azotobacter adalah genus bakteri yang umumnya bergerak (motil), berbentuk oval atau bulat dan dapat membentuk kista berdinding tebal. Genus ini tergolong ke dalam mikroba tanah aerobik yang hidup bebas, bertindak penting dalam siklus nitrogen alamiah dengan mengikat nitrogen atmosferik yang tidak dapat diakses oleh tanaman, kemudian mengonversinya menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman, seperti ion amonium.

Azotobacter berperan penting dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan pengelolaan tanah yang sehat, mengurangi ketergantungan pada pupuk buatan yang berpotensi merugikan lingkungan. Selain itu, bakteri Azotobacter juga berperan sebagai fitohormon dan bahan antifungi, yang penting untuk pertumbuhan tanaman.

5. Lactococcus lactis

Lactococcus lactis adalah bakteri gram positif yang digunakan secara ekstensif dalam produksi susu, mentega, dan keju. Bakteri ini juga menjadi terkenal sebagai organisme rekayasa genetika pertama yang digunakan dalam pengobatan penyakit manusia.

Keuntungan dan manfaat dari Lactococcus lactis terutama berhubungan dengan peranya dalam industri pangan dan potensi aplikasi medisnya. Sebagai starter kultur dalam produk fermentasi susu, L. lactis berkontribusi pada pembentukan aroma, tekstur, dan keasaman produk. Bakteri ini juga memiliki kemampuan untuk mengubah laktosa menjadi asam laktat, yang menciptakan lingkungan asam yang mengawetkan makanan dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen.

6. Escherichia coli

Escherichia coli, yang biasa disingkat E. coli, adalah spesies dari bakteri yang hidup di dalam usus manusia dan hewan. Sebagian besar strain E. coli tidak berbahaya dan merupakan bagian normal dari mikrobiota usus yang sehat. Namun beberapa jenis strain E. coli seperti O157:H7, dapat menyebabkan penyakit serius termasuk diare berdarah dan sindrom uremik hemolitik.

Bakteri Ecoli sangat bermanfaat untuk digunakan dalam penelitian biologi molekuler dan rekayasa genetika. E. coli telah menjadi organisme model yang penting untuk biologi sintetis, berkat kemampuan manipulasi genetiknya yang cepat, mudah, dan biaya yang rendah.

Selain itu, sejumlah strain E. coli yang tidak patogen digunakan dalam industri pangan, misalnya untuk fermentasi dalam produksi vitamin K dan beberapa asam amino.

7. Streptomyces

Streptomyces adalah genus bakteri gram positif yang berperan sangat signifikan dalam ekologi tanah dan industri farmasi. Bakteri Streptomyces merupakan penghasil utama dari antibiotik alami, dengan lebih dari dua pertiga antibiotik yang berasal dari alam diproduksi oleh mereka. Keuntungan dan manfaat dari Streptomyces sangat luas, terutama karena potensi mereka dalam menghasilkan senyawa bioaktif yang beragam.

Streptomyces adalah sumber utama antibiotik alami seperti streptomisin (antibiotik pertama yang ditemukan efektif terhadap penyakit TBC), tetracycline, dan banyak lagi. Ini sangat penting dalam pengembangan obat-obatan baru untuk melawan resistensi antibiotik yang terus meningkat.

Selain antibiotik, Streptomyces juga diakui sebagai produsen antijamur, antiparasit, imunosupresif, dan senyawa antikanker, yang semuanya memiliki aplikasi penting dalam pengobatan dan pertanian. Streptomyces juga terlibat dalam interaksi simbiosis dengan tanaman, menyediakan perlindungan terhadap patogen tanaman dan mempromosikan pertumbuhan mereka melalui produksi fitohormon.

8. Bacillus thuringiensis

Bacillus thuringiensis (Bt) merupakan sebuah spesies bakteri gram-positif yang ditemukan di tanah, di mana mereka menghasilkan kristal protein yang beracun terhadap beberapa jenis serangga pemakan tanaman.

Bacilus thuringiensis memiliki kemampuan dalam menargetkan hama spesifik tanpa mengganggu serangga dan organisme lain yang menguntungkan dalam ekosistem, seperti penyerbuk dan predator alami dari hama. Bt ini juga digunakan dalam setting non-pertanian, seperti pengendalian nyamuk pembawa penyakit di perkotaan dan daerah rawa.

9. Nitrosomonas dan Nitrobacter

Nitrosomonas dan Nitrobacter adalah dua jenis bakteri yang memainkan peran kritis dalam siklus nitrogen, yang merupakan proses biogeokimia penting di lingkungan. Bakteri Nitrosomonas merupakan genus bakteri Gram-negatif yang mengoksidasi amonia menjadi nitrit sebagai bagian dari metabolisme mereka. Sedangkan Nitrobacter adalah genus bakteri yang mengambil nitrit yang dihasilkan oleh Nitrosomonas dan mengoksidasi nitrit tersebut menjadi nitrat.

Nitrosomonas dan Nitrobacter sangat menguntungkan dan bermanfaat karena kontribusi mereka dalam siklus nitrogen. Bakteri jenis Nitrosomonas mengubah amonia, yang bisa berbahaya dalam konsentrasi tinggi, menjadi nitrit yang kemudian diambil oleh Nitrobacter dan diubah menjadi nitrat.

Nitrat ini adalah bentuk nitrogen yang mudah diserap oleh tanaman, sehingga kedua jenis bakteri ini membantu dalam membuat nitrogen yang ada di lingkungan menjadi lebih tersedia untuk diambil oleh tanaman. Dalam bidang pertanian, proses ini membantu meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat.

10. Acetobacter

Acetobacter adalah genus bakteri Gram-negatif yang memiliki bentuk elips hingga batang. Bakteri ini terkenal karena kemampuannya mengubah etanol (alkohol) menjadi asam asetat (asam cuka) dengan bantuan udara. Bakteri jenis ini digunakan mengubah bahan-bahan organik menjadi produk-produk seperti cuka, kecap, dan anggur, yang memberikan rasa, aroma, dan karakteristik yang unik kepada makanan dan minuman fermentasi.

Keberadaan Acetobacter adalah sangat menguntungkan karena menjadi kunci dalam pembuatan produk-produk fermentasi yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan memperkaya flavour serta kualitas gastronomi. Dalam industri makanan dan minuman, bakteri ini berperan dalam menjaga keseimbangan fermentasi dan memastikan hasil produk yang konsisten dan berkualitas.

Kesimpulan

Itulah 10 bakteri yang menguntungkan dan manfaatnya. Keberadaan bakteri-bakteri memberikan manfaat bagi manusia, hewan dan tanaman dalam menjalankan kehidupannya masing-masing. engan manfaatnya yang beragam, bakteri menjadi salah satu mikroorganisme yang vital dalam mendukung sistem kehidupan di bumi.

Meidi Yuwono

Mahasiswa lulusan D3 Analisis Kimia dan S1 Teknologi Hasil Pertanian yang memiliki minat menulis artikel bertema edukasi & pendidikan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.