Ilmu Pengetahuan
Home » Blog » Gliserin: Pengertian, Fungsi dan Manfaatnya

Gliserin: Pengertian, Fungsi dan Manfaatnya

Gliserin atau gliserol adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai industri karena fungsinya sebagai bahan pelembab. Gliserin dikenal karena sifatnya yang dapat menyerap air dengan baik, sehingga membuatnya bermanfaat dalam berbagai aplikasi.

Pada artikel ini kita akan mengenal lebih dalam mengenai apa itu gliserin, fungsi gliserin, manfaat gliserin, cara pembuatannya dan apakah gliserin berbahaya.

Apa Itu Gliserin?

Gambar Gliserin

Gliserin merupakan senyawa kimia yang memiliki rumus molekul C3H8O3. Senyawa ini biasanya berbentuk cairan tak berwarna, tidak berbau, dan memiliki rasa manis.

Gliserin umumnya diperoleh dari proses saponifikasi, yaitu reaksi kimia antara minyak atau lemak dengan alkali. Senyawa ini dikenal sebagai agen pelembap dan pengemulsi yang sering digunakan dalam berbagai produk kosmetik, farmasi, dan makanan.

Fungsi Gliserin

Salah satu fungsi utama gliserin adalah sebagai pelembap kulit. Gliserin memiliki kemampuan untuk menarik dan mempertahankan kelembaban kulit, sehingga membuatnya sangat cocok diaplikasikan pada produk-produk perawatan kulit seperti lotion, krim, dan sabun.

Selain itu gliserin juga digunakan dalam industri makanan sebagai pemanis, pengemulsi, dan pengental pada berbagai produk makanan dan minuman. Berikut ini beberapa manfaat gliserin yang perlu untuk diketahui:

  • Pelembap Kulit: Gliserin membantu menjaga kelembaban kulit, mencegahnya dari kekeringan dan iritasi.
  • Pemanis Alami: Gliserin sering digunakan sebagai pemanis alami dalam produk makanan tanpa menambahkan kalori yang berlebihan.
  • Pengemulsi pada Produk Kosmetik: Dalam produk kosmetik, gliserin berperan sebagai pengemulsi, membantu mencampurkan bahan-bahan yang tidak mudah bercampur, seperti minyak dan air.
  • Membantu Penyembuhan Luka: Gliserin dapat membantu penyembuhan luka dengan mengurangi pembengkakan dan mendorong pertumbuhan jaringan baru pada area luka.

Cara Membuat Gliserin

Taukah kalian jika gliserin dapat dibuat dengan sangat mudah menggunakan proses saponifikasi? Gliserin dapat dibuat dengan menggunakan minyak nabati seperti minyak kelapa atau minyak sawit, serta larutan alkali seperti natrium hidroksida.

Proses saponifikasi ini akan menghasilkan gliserin bersama dengan sabun. Setelah proses tersebut, gliserin perlu dipisahkan dari sabun dan kemudian dimurnikan sebelum dapat digunakan dalam berbagai aplikasi.

Apakah Gliserin Berbahaya?

Jika kita mendengar istilah bahan kimia maka kesimpulannya adalah berbahaya. Namun apakah gliserin berbahaya untuk kita gunakan? Ternyara gliserin aman untuk digunakan dalam produk-produk kosmetik, makanan, dan farmasi.

Namun ada beberapa kasus di mana gliserin mengandung impuritas berbahaya seperti diethylene glycol. Oleh karena itu kita harus memastikan jika gliserin yang kita gunakan tidak mengandung zat kimia lain yang berbahaya bagi tubuh dan lingkungan.

Kesimpulan

Gliserin atau gliserol adalah senyawa kimia serbaguna dengan berbagai manfaat dan fungsinya. Gliserin banyak diaplikasikan pada produk-produk perawatan kulit, makanan dan farmasi. Meskipun gliserin aman untuk digunakan, namun kita perlu untuk mewaspadai produk gliserin yang menganduk diethylene glycol.

Meidi Yuwono

Mahasiswa lulusan D3 Analisis Kimia dan S1 Teknologi Hasil Pertanian yang memiliki minat menulis artikel bertema edukasi & pendidikan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.