Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik

Membuat sampah organik menjadi kompos adalah satu cara untuk menekan produksi sampah yang yang semakin meningkat. Kompos adalah material organik yang telah terdekomposisi dan direkondisi menjadi pupuk yang kaya nutrisi.

Proses pembuatan kompos melibatkan dekomposisi bahan organik, seperti sisa makanan dan limbah tanaman. Proses ini melibatkan aktivitas mikroorganisme untuk merombak limbah organik tersebut menjadi kompos.

Lalu bagaiama tahapan pembuatan kompos dari sampah organik? Mari kita lihat prosesnya berikut ini!

Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik

Gambar Kompos dari Sampah Organik

Membuat kompos dari sampah organik adalah cara yang bagus untuk mengurangi limbah dan memperkaya tanah dengan nutrisi. Berikut adalah langkah-langkah umum yang bisa kita ikuti untuk membuat kompos:

1. Menyiapkan Tempat Kompos

Pertama pilih tempat yang teduh dan mudah diakses oleh kita atau pekerja. Lokasi yang teduh dapat membantu menjaga kelembapan yang stabil.

Gunakan wadah kompos yang bersih agar hasilnya lebih maksimal. Kamu bisa menggunakan tempat kompos yang dibeli, membuat sendiri dari kayu, atau hanya menumpuk bahan kompos di tanah.

2. Mengumpulkan Bahan Kompos

Selanjutnya kumpulkan bahan kompos, bisa dari sisa makanan, potongan rumput, dan sampah dapur lain yang kaya akan nitrogen.

Selain itu, bahan kompos juga bisa didapatkan dari daun kering, ranting kecil, kertas koran, dan bahan kaya karbon lainnya.

3. Membuat Tumpukan Kompos

Mulailah dengan lapisan bahan coklat di dasar, kemudian tambahkan lapisan bahan hijau. Pastikan untuk memotong atau menghancurkan bahan-bahan besar agar lebih cepat terurai.

Ulangi proses pelapisan, dengan menjaga rasio bahan coklat dan hijau sekitar 3 banding 1.

4. Menjaga Kelembapan dan Aerasi

Pastikan tumpukan kompos tetap lembap seperti spons yang diperas. Tambahkan air jika terlalu kering atau tambahkan bahan coklat jika terlalu basah.

Kemudian aduk tumpukan kompos setiap minggu untuk memberikan oksigen yang membantu proses dekomposisi.

5. Monitoring dan Penggunaan Kompos

Periksa kematangan kompos dengan memeriksanya dalam kurun waktu 3-6 bulan. Kompos yang matang berwarna gelap dan berbau tanah.

Selanjutnya gunakan kompos sebagai mulsa atau campurkan ke dalam tanah di kebun Anda untuk meningkatkan kesuburan.

Kesimpulan

Kompos bisa dihasilkan dari sampah organik dengan beberapa cara yang mudah. Proses pembuatan kompos melibatkan mikroorganisme dalam mengurai limbah organik.

Proses ini tidak hanya membantu dalam mengurangi jumlah limbah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga memberikan cara yang efektif dan ekonomis untuk memperkaya tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat.

Avatar

Meidi Y

Mahasiswa lulusan D3 Analisis Kimia yang Sedang Melanjutkan Kuliah S1 Teknologi Hasil Pertanian di Kota Pendidikan.

Bagikan:

Tinggalkan komentar