Sentrifuse Laboratorium dan Prinsip Kerjanya

Meidi Yuwono

Laboratorium memang memiliki banyak intrumentasi di dalamnya, salah satunya adalah sentrifuse. Nah bagi kalian yang mungkin masih awam dengan sentrifuse laboratorium maka kamu harus berkenalan dengan alat ini.

Tapi jangan khawatir karena Blog Kimia akan mengulasnya untuk kalian. Berikut ulasannya!

Apa itu Sentrifuse Laboratorium

Ilustrasi Gambar Sentrifuse Laboratorium

Sentrifuse adalah alat laboratorium yang digunakan untuk pemisahan antara organel sampel berdasarkan massa jenisnya. Proses ini juga sering kita kenal dengan proses pemisahan dengan prinsip pengendapan menggunakan rotor. Rotor adalah tempat tabung sentrifuse yang berisikan sampel pengujian yang akan dianalisa.

Rotor ini nantinya akan berputar dengan cepat sesuai dengan RPM yang kita inginkan, sehingga larutan sampel secara otomatis akan terpisah berdasarkan massa jenisnya.

Prinsip kerja sentrifuse adalah pemanfaatan gaya sentrifugal, yaitu perputaran objek yang berpusat pada satu titik porosnya. Perputaran tersebut akan membuat sampel larutan terpisah menjadi 2 fase, yaitu supernatant yang sifatnya cair dan organel yang sifatnya endapan. 

Fungsi Sentrifuse Laboratorium

Terdapat beberapa fungsi sentrifuse untuk menujang kegiatan penelitian di laboratorium, diantaranya adalah:

  • Pertama, berfungsi untuk pemisahan plasma atau serum dalam partikel atau sel darah.
  • Kedua, berfungsi untuk pemisahan endapan protein dalam penelian kimia.
  • Ketiga, berfungsi untuk Pemisahan komponen lipid dan lipoprotein.
  • Keempat, berfungsi untuk pemisahan sampel urin.
  • Terakhir, berfungsi untuk Pemisahan elemen seluler berkonsentrasi tinggi dari cairan biologi untuk pengujian yang sifatnya miroskopik.

Cara Menggunakan Sentrifuse Laboratorium

Terdapat beberapa tahapan pada pengggunaan sentrifuse, berikut cara menggunakan sentrifuse dengan benar:

  • Pertama, siapkan sampel yang akan dianalisa dan masukan kedalam tabung sentrifuse.
  • Selanjutnya masukan tabung sentrifuse yang berisikan sampel kedalam rotor. Apabila sampel lebih dari satu maka posisikan tabung secara berhadapan.
  • Lakukan pengaturan terhadap rotasi putaran dan waktu analisa, hidupkan sentrifuse dan tunggu hingga selesai.
  • Proses pemisahan selesai, ambil tabung dengan hati-hati agar endapan dan supernatant tidak tercampur kembali.

Proses pengambilan endapan bisa kita lakukan dengan mengambil supernatant (cairan bagian atas) dengan menggunakan jarum suntik.

Jenis-Jenis Sentrifuse dan Harganya

Sebelum kamu menggunakan alat ini, sebaiknya kamu juga harus mengetahui jenisnya terlebih dahulu. Setidaknya ada 4 jenis sentrifuse yang bisa kamu temui di laboratorium, yaitu:

  • General Purpose Cetrifuge → Sentrifuse jenis ini memiliki kecepatan rotasi hingga 3.000 rpm dan dapat menampung sampel pada tabungnya sebanyak 5 hingga 100 mL. Penggunaan sentrifuse ini antara lain pada pemisahan sampel urin, serum dan cairan yang tidak larut. Sentrifuse hematotokrit adalah contoh dari sentrifuse jenis ini.
  • Microcentrifuge → Sentrifuse ini merupakan jenis sentrifuse mikro dengan daya tampung sampel yang terbatas antara 0 hingga 2 mL.
  • Speciality Centrifuge → Jenis sentrifuse dengan kegunaan yang spesifik. Misalnya sentrifuse mikrohematokrit dan sentrifuse blood blank.
  • Ultra dan Refrigerated Centrifuge → Jenis sentrifuse yang paling umum di laboratorium penelitian. Kecepatan rotasi pada sentrifuse jenis ini bisa sampai 20.000 hingga 50.000 rpm, memiliki sistem pendinginan yang bisa menjaga suhu samapel agar tetap stabil.

Sementara untuk harga sentrifus laboratorium cukup beragam tergantung dari jenisnya. Harga termurah yaitu ratusan ribu rupiah, sedangkan harga termahal bisa tembus puluhan juta rupiah.

Itulah pengertian sentrifuse dan prinsip kerjanya di laboratorium yang bisa kamu ketahui. Semoga artikel ini bisa bermanfaat guna memperkaya ilmu pengetahuan mengenai peralatan laboratorium.

Bagikan:

Related Post

Tinggalkan komentar