Reagen untuk Menguji Glukosa

Meidi Yuwono

Menguji kadar glukosa pada sampel laboratorium bisa menggunakan beberapa reagen kimia. Lalu bagaimana cara menentukan kadar glukosa dalam sampel? Artikel kali ini kita akan membahasnya bersama.

Apa Itu Glukosa?

Glukosa adalah jenis gula sederhana atau monosakarida yang merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia dan hewan. Glukosa dapat kita temukan dalam berbagai jenis makanan, seperti buah-buahan, madu, dan gula.

Setelah dicerna, glukosa akan diserap oleh usus dan masuk ke dalam aliran darah untuk disalurkan ke seluruh tubuh. Kemudian di dalam sel, glukosa akan dipecah oleh mitokondria melalui proses respirasi seluler untuk menghasilkan ATP atau energi yang berfungsi untuk tubuh.

Kadar glukosa yang seimbang dalam darah sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Namun kadar glukosa yang berlebihan dapat memicu terjadinya hiperglikemia, sedangkan jika kadar glukosa terlalu rendah akan meicu terjadinya hipoglikemia.

Apa saja Reagen untuk Menguji Glukosa?

Penggunaan reagen dalam pengujian glukosa dan pengujian kimia dapat membantu kita dalam mendeteksi keberadaan atau konsentrasi zat tertentu dalam sampel. Biasanya reagen mengandung zat kimia yang bereaksi dengan zat yang ingin diuji, dan reaksi tersebut menghasilkan perubahan warna, endapan, atau gas yang dapat diamati.

Reagen yang paling tepat untuk menguji kandungan glukosa adalah reagen benedict dan reagen fehling. Kedua reagen ini mengandung tembaga yang akan bereaksi dengan glukosa dalam sampel dan menghasilkan endapan atau warna yang berbeda-beda, tergantung pada jumlah glukosa yang terkandung dalam sampel.

Namun, kedua reagen ini tentu memiliki fungsi yang lebih spesifik lagi, yaitu sebagai berikut:

  • Reagen Benedict berfungsi untuk menguji konsentrasi glukosa dalam urin dan serum darah. Reagen ini menghasilkan warna merah bata ketika glukosa terdeteksi dalam sampel.
  • Reagen Fehling berfungsi untuk menguji konsentrasi glukosa dalam larutan yang lebih kompleks, seperti air liur atau air kemih. Reagen ini menghasilkan endapan tembaga oksida ketika glukosa terdeteksi dalam sampel.

Perlu kamu ingat jika penggunaan reagen ini sebaiknya dilakukan oleh ahli atau tenaga medis yang terlatih. Sehingga dapat terhindar dari kesalahan penggunaan dan memastikan hasil yang akurat.

Bagikan:

Related Post

Tinggalkan komentar