Prinsip Kerja AAS (Atomic Absorption Spectrofotometry)

Meidi Yuwono

Laboratorium adalah pusat penelitian yang memiliki banyak instrumentasi di dalamnya. Salah satu instrumentasi laboratorium yang sering praktikan dan laboran gunakan adalah AAS. Lalu apa sebenarnya AAS itu? dan bagaimana prinsip kerja AAS itu sendiri?

AAS merupakan singkatan kata dari atomic absorption spectrofotometry, atau istilah bahasa indonesia-nya ialah spektrofotometri serapan atom. Fungsi AAS adalah untuk menganalisa kandungan logam pada suatu sampel,  baik itu logam berat maupun logam ringan.

Nah, pada artikel kali ini kita akan mempelajari mengenai prinsip kerja dari AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry)

Prinsip Kerja AAS (Atomic Absorption Spectrofotometry)

Gambar AAS

Pada dasarnya prinsip kerja AAS ini didasarkan pada proses pemecahan molekul menjadi atom menggunakan api atau listrik. Atom-atom dalam keadaan dasar ini dapat menyerap cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya. Pada tahap ini dan atom-atom tersebut akan tereksitasi.

Cahaya yang tidak ikut terserap oleh atom ditransmisikan dan dipancarkan oleh detektor dan kemudian berubah menjadi sinyal yang terukur. Panjang gelombang cahaya tergantung pada susunan elektron atom. Intensitas tergantung pada jumlah atom dalam keadaan dasar (ground state). Oleh karena itu analisis kuantitatif dan kualitatif dapat menggunakan intrumentasi AAS.

Spektrofotometri serapan atom adalah metode analisis yang didasarkan pada proses penyerapan energi radiasi dari suatu molekul pada tingkat energi yang paling dasar. Penyerapan ini merangsang elektron dalam kulit untuk tereksitasi ketingkat radiasi kulit yang lebih tinggi.

Ketika sebuah elektron memancarkan energi dalam bentuk radiasi, ia kembali ke tingkat energi dasarnya. Atom-atom bebas dalam AAS berinteraksi dengan berbagai bentuk energi seperti energi panas, energi elektromagnetik, energi kimia dan energi listrik. Interaksi yang terjadi akan menciptakan molekul bebas yang menyebabkan penyerapan dan pelepasan radiasi dan panas.

Radiasi yang dipancarkan bersifat unik karena setiap atom bebas memiliki panjang gelombang tertentu. Penyerapan atau emisi radiasi terjadi karena pergerakan elektron dari satu tingkat energi atom ke yang lain. Penyerapan radiasi terjadi ketika elektron menyerap energi radiasi dan berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Emisi terjadi ketika elektron berpindah ke tingkat energi yang lebih rendah melepaskan energi dalam bentuk radiasi energi.

Panjang gelombang radiasi yang menyebabkan eksitasi pada tingkat eksitasi pertama disebut panjang gelombang radiasi resonansi. Radiasi ini berasal dari unsur-unsur seperti logam. Pancaran radiasi atom X hanya dapat menyerap atom X, dan atom X tidak dapat menyerap radiasi resonansi unsur Y.

Oleh karena itu metode AAS sangat spesifik dan hampir tidak memiliki interferensi karena frekuensi penyerapan radiasi merupakan karakteristik dari setiap elemen.

Bagikan:

Related Post

Tinggalkan komentar