Ilmu Pengetahuan
Home » Blog » Perbedaan Polimer Adisi dan Kondensasi

Perbedaan Polimer Adisi dan Kondensasi

Tahukah kamu jika pembentukan reaksi polimer dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu polimer adisi dan kondensasi. Kedua jenis reaksi ini memainkan peran yang penting dalam pembentukan berbagai macam plastik dan material polimer lainnya.

Lalu apa yang membedakan antara polimer adisi dan polimer kondensasi? Mari kita bedah bersama pada artikel ini!

Apa Itu polimer Adisi?

Polimer adisi adalah tipe polimerisasi di mana molekul-molekul monomer bergabung satu sama lain dengan membentuk ikatan kimia baru tanpa menghasilkan produk sampingan.

Reaksi pembentukan polimer adisi melibatkan reaksi adisi di antara ikatan rangka karbon dalam monomer, yang mengakibatkan peningkatan panjang rantai polimer.

Contoh polimer adisi termasuk polietilena (PE) dan polipropilena (PP). Prosesnya melibatkan reaksi berulang-ulang di antara monomer-monomer dengan ikatan rangka karbon ganda, sehingga rantai polimer terus memanjang.

Apa Itu Polimer Kondesasi

Polimer kondensasi melibatkan reaksi kimia antara dua monomer atau lebih dengan pelepasan produk sampingan, seperti air atau senyawa kecil lainnya.

Selama reaksi kondensasi, dua molekul monomer bergabung untuk membentuk ikatan kimia dan sekaligus melepaskan molekul sampingan.

Contoh polimer kondensasi adalah nilon dan poliester. Prosesnya melibatkan reaksi antara gugus fungsional pada monomer, seperti gugus asam karboksilat dan gugus amina, yang menghasilkan ikatan amida atau ikatan ester sambil melepaskan air.

Perbedaan Polimer Adisi dan Kondensasi

Polimer Adisi dan Kondensasi

Polimer adisi dan polimer kondesasi memiliki perbedaan dari beberapa aspek. Berikut ini kami sajikan tabel perbedaannya agar lebih mudah untuk dipahami:

AspekPolimer AdisiPolimer Kondensasi
Proses ReaksiMolekul monomer bergabung tanpa produk sampingan.Molekul monomer bergabung dengan melepaskan produk sampingan seperti air.
Jenis IkatanTerbentuk ikatan rangka karbon baru dalam monomer.Terbentuk ikatan kimia sambil melepaskan air atau senyawa kecil lainnya.
Contoh PolimerPolietilena, polipropilena, polivinil klorida.Nilon, poliester, poliuretan.
Peningkatan Berat MolekulBiasanya hanya berlangsung sekali atau beberapa kali reaksi adisi.Berlangsung berulang kali untuk memperpanjang rantai dan mencapai berat molekul yang diinginkan.
Produk SampinganTidak ada produk sampingan yang dihasilkan.Produk sampingan seperti air atau senyawa kecil dilepaskan selama reaksi.
Kondisi ReaksiUmumnya dilakukan pada suhu dan tekanan yang lebih rendah.Dapat memerlukan suhu dan tekanan yang lebih tinggi.
Jenis MonomerBiasanya menggunakan monomer dengan ikatan rangka karbon ganda (alkena).Menggunakan monomer dengan gugus fungsional yang dapat bereaksi, seperti gugus asam karboksilat dan gugus amina.
Tabel Perbedaan Polimer Adisi dan Kondensasi

Tabel di atas adalah ringkasan yang menjelaskan perbedaan polimer adisi dan kondensasi dengan jelas.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas maka bisa kita bisa menarik kesimpulan jika perbedaan utama antara polimer adisi dan kondensasi terletak pada reaksi kimia yang terlibat dan produk sampingan yang dihasilkan.

Dalam polimer adisi, tidak ada produk sampingan yang dilepaskan, sedangkan dalam polimer kondensasi, produk sampingan seperti air atau senyawa kecil lainnya dilepaskan selama proses pembentukan ikatan polimer.

Meidi Yuwono

Mahasiswa lulusan D3 Analisis Kimia dan S1 Teknologi Hasil Pertanian yang memiliki minat menulis artikel bertema edukasi & pendidikan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.