Apa Perbedaan Ekstraksi dan Fraksinasi?

Meidi Yuwono

Ekstraksi dan fraksinasi adalah proses penting dalam kimia, farmasi, dan industri lainnya. Keduanya melibatkan pemisahan bahan dari campuran, tetapi memiliki tujuan dan metode yang berbeda. Lalu apa perbedaan dari kedua proses tersebut?

Dalam artikel ini, Blog Kimia akan membahas perbedaan antara ekstraksi dan fraksinasi serta penerapannya di berbagai industri yang ada di sekitar kita. Namun sebelumnya kita juga harus memahami apa itu ekstraksi dan apa itu fraksinasi terlebih dahulu!

Apa Itu Ekstraksi?

Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu bahan atau senyawa dari campuran dengan menggunakan pelarut. Pelarut yang digunakan harus memiliki afinitas tinggi terhadap senyawa yang akan diekstrak. Setelah proses ekstraksi selesai, senyawa yang diinginkan akan terkandung dalam pelarut, dan dapat dipisahkan dari pelarut menggunakan proses penyulingan.

Terdapat dua macan jenis ekstraksi yang bisa kita jumpai, yaitu ekstraksi cair ke cair dan ekstraksi padat ke cair. Lebih jelasnya bisa dilihat di poin berikut ini:

  • Ekstraksi cair ke cair adalah jenis ekstraksi di mana senyawa yang diinginkan diekstraksi menggunakan pelarut cair. Proses ini sering digunakan untuk memisahkan senyawa organik dari campuran organik atau untuk memisahkan senyawa anorganik dari larutan air.
  • Ekstraksi padat ke cair adalah jenis ekstraksi di mana senyawa yang diinginkan diekstraksi dari bahan padat menggunakan pelarut cair. Proses ini sering digunakan untuk memisahkan senyawa aktif dari tanaman atau obat-obatan.

Kedua jenis ekstraksi ini sering digunakan di banyak industri, termasuk produksi minyak bumi, produksi minuman beralkohol, produksi farmasi, dan produksi parfum. Sebagai contoh, ekstraksi digunakan dalam produksi minyak bumi untuk memisahkan minyak dari batuan.

Apa Itu Fraksinasi?

Fraksinasi adalah proses pemisahan campuran menjadi beberapa komponen yang berbeda berdasarkan perbedaan titik didih. Proses ini melibatkan pemanasan campuran hingga salah satu komponen menguap, kemudian uap tersebut dikondensasi dan dipisahkan dari campuran.

Terdapat dua jenis fraksinasi yang umum digunakan di berbagai industri, yaitu distilasi sederhana dan distilasi fraksional. Lebih jelasnya bisa dilihat di poin berikut ini:

  • Distilasi sederhana adalah jenis fraksinasi di mana campuran dipanaskan dalam labu distilasi, kemudian uap yang dihasilkan dikondensasi dan dikumpulkan dalam wadah terpisah. Proses ini sering digunakan untuk memisahkan senyawa organik dari campuran organik.
  • Distilasi fraksional adalah jenis fraksinasi di mana campuran dipanaskan dalam kolom distilasi yang dilengkapi dengan berbagai plat atau packing. Komponen yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap dan naik ke atas kolom distilasi, kemudian dikondensasi dan dikumpulkan dalam wadah terpisah. Proses ini sering digunakan untuk memisahkan campuran alkohol atau minyak bumi.

Kedua jenis fraksinasi ini sering digunakan dalam industri minyak bumi untuk memisahkan minyak menjadi berbagai komponen dengan berdasarkan titik didih mereka. Komponen yang lebih ringan seperti bensin, diesel, dan avtur dipisahkan dari komponen yang lebih berat seperti aspal.

Perbedaan Ekstraksi dan Fraksinasi

Perbedaan Ekstraksi dan Fraksinasi

Meskipun keduanya melibatkan pemisahan campuran, ada beberapa perbedaan antara ekstraksi dan fraksinasi. Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya:

  1. Ekstraksi bertujuan untuk memisahkan senyawa dari campuran menggunakan pelarut, sedangkan fraksinasi bertujuan untuk memisahkan komponen berdasarkan perbedaan titik didih mereka.
  2. Ekstraksi melibatkan penggunaan pelarut untuk mengekstraksi senyawa yang diinginkan, sedangkan fraksinasi melibatkan pemanasan campuran untuk menguapkan komponen dengan titik didih yang lebih rendah.
  3. Ekstraksi lebih cocok untuk memisahkan senyawa organik dari campuran organik atau senyawa anorganik dari larutan air, sedangkan fraksinasi lebih cocok untuk memisahkan komponen dalam campuran yang memiliki perbedaan titik didih yang signifikan.
  4. Ekstraksi umumnya digunakan dalam produksi minyak bumi, farmasi, dan parfum, sedangkan fraksinasi umumnya digunakan dalam produksi bahan bakar, petrokimia, dan industri minyak.

Kesimpulan

Meskipun keduanya melibatkan pemisahan campuran, namun tujuan dan metode keduanya memiliki perbedaan. Ekstraksi digunakan untuk memisahkan senyawa dari campuran menggunakan pelarut, sedangkan fraksinasi digunakan untuk memisahkan komponen berdasarkan perbedaan titik didih.

Bagikan:

Related Post

Tinggalkan komentar