Macam-macam Reaksi Kimia dan Penjelasannya – Proses reaksi kimia dapat terjadi ketika adanya reaktan yaitu zat kimia sebagai media atau perangkat utamanya. Media ini yang nantinya akan menghasilkan suatu produk. Nah, dengan bantuan produk baru inilah yang nantinya akan membantu serta mempengaruhi pola kehidupan dan juga kinerja makhluk hidup.

Kebanyakan dari reaksi kimia itu sendiri tidak hanya didefinisikan saja, tetapi hal ini menuntut akan praktek dan bukti nyata dilapangan. Namun, reaksi kimia sendiri memiliki beberapa jenis. Reaksi ini dilihat dari berbagai sudut pandang serta pola pengerjaan dan sebagainya. Berikut Blog Kimia ulas macam-macam reaksi kimia dan penjelasannya.

Apa Pengertian Reaksi Kimia?

Adakah suatu gejala-gejala khusus yang dapat memengaruhi proses terjadinya reaksi kimia?, atau mungkin reaksi kimia terjadi akibat gejala alam saja?, lantas gejala alam seperti apa yang dimaksudkan?.

Jadi, reaksi kimia dapat terjadi oleh adanya gejala alam. Gejala alam yang dimaksudkan ialah gejala alam dengan za-zat kimia yang menjadi penyebabnya.

A. Konsep Dasar Reaksi Kimia

Mengapa sesuatu itu dapat disebut reaksi kimia?. Hal ini dikarenakan di dalam molekul atau zat itu terdapat sebuah proses menuju reaksi kimia. Prosesnya tidak hanya melalui satu tahap tetapi bisa melalui beberapa rangkaian proses. Namun, perlu digaris bawahi bahwa yang namanya reaksi kimia itu erat kaitannya dengan memperoleh dan membuang energi.

Proses reaksi kimia adalah perpindahan antara molekul senyawa ke molekul lainnya yang dapat menghasilkan produk buatan yang baru. Maka dari itu ada beberapa konsep dasar dalam memahami reaksi kimia, karena tidak semua perubahan dapat dikategorikan sebagai sebuah reaksi kimia. Berikut 4 dasar ciri adanya reaksi kimia :

1. Adanya Gelembung, Asap dan Gas

Munculnya Gas Pada Reaksi Kimia

Nah, munculnya gelembung atau asap atau bahkan gas bisa dikategorikan reaksi kimia apabila terdapat adanya perubahan zat. Namun, apabila yang terdapat hanyalah perubahan secara fisik maka hal itu tidak dapat di kategorikan sebagai reaksi kimia. Karena apa?, karena dari reaksi kimia itu dapat menghasilkan suatu produk baru.

Contoh kecil dari perubahan ini ialah ketika sebuah coca cola yang berada didalam sebuah botol dikocok, maka akan ada gelembung yang dihasilkan, untuk mengecek apakah itu reaksi kimia atau bukan, maka kita bisa buktikan dengan cara membuka tutup botol. Adakah gas yang dihasilkan?, jawabannya pasti ada.

2. Terjadinya Perubahan Warna

Jika perubahan warna sudah pasti dapat diamati secara kasat mata. Karena apa?, karena hal ini terjadi secara fisik. Sehingga mudah untuk diketahui. Tetapi perlu digaris bawahi bahwa tidak setiap perubahan warna itu merupakan reaksi kimia.

Karena tadi sudah dijelaskan bahwasanya jika yang terjadi hanyalah perubahan secara fisik tanpa adanya perubahan secara zat itu tidak dapat terkategorikan reaksi kimia. Namun, hanya terkategorikan sebagai reaksi fisik. Hal ini dapat dibedakan dengan adanya penunjang perubahan lain. Kamu bisa melihat perubahan warna ini pada video dibawah ini:

3. Adanya Perubahan Suhu

Perubahan Suhu Pada Reaksi Kimia

Untuk perubahan suhu itu dapat diketahui melalui media pengukur suhu, contoh sederhananya ialah termometer pengukur suhu tubuh. Contoh kecil dari perubahan ini ialah manakala seorang anak mengalami demam, lantas diberikan kompres agar demamnya turun, maka suhu tubuh anak yang tadinya tinggipun mengalami penurunan.

4. Munculnya Endapan

Endapan Pada Reaksi Kimia

Seperti apa endapan yang dimaksudkan?, ialah endapan yang dihasilkan oleh materi atau reaktan yang tereaksi. Poin ini juga dapat terkategorikan reaksi kimia, apabila adanya penunjang dari beberapa poin diatas, karena tidak bisa disebut reaksi kimia apabila hanya mengalami endapan saja.

B. Macam-macam Reaksi Kimia

Macam-macam Reaksi Kimia

Macam-macam Reaksi Kimia

Reaksi kimia sangatlah beragam, berikut adalah macam-macam reaksi kimia dan penjelasannya:

1. Reaksi Pembakaran

Macam-macam reaksi kimia yang pertama adalah reaksi kimia pembakaran, adalah sebuah reaksi yang melibatkan oksigen. Oksigen tersebut akan bereaksi dengan unsur atau senyawa lain, sehingga mampu menghasilkan energi dalam bentuk panas dan cahaya. Reaksi ini juga terkategorikan sebagai sebuah reaksi yang selalu eksotermik.

Perlu diketahui bahwa untuk menghasilkan  pembakaran yang sempurna itu diperlukan adanya pasokan oksigen dalam jumlah yang cukup banyak. Jika pasokan oksigen terbatas, maka dapat dipastikan bahwa pembakaran tidak akan terjadi secara sempurna. Ketika pembakaran tidak sempurna maka produk yang dihasilkanpun akan berbeda.

2. Reaksi Adisi atau Sintesis

Reaksi adisi atau juga dikenal sebagai reaksi sintesis atau reaksi kombinasi secara langsung merupakan reaksi yang melibatkan dua atau lebih reaktan yang digabungkan untuk menghasilkan produk tunggal yang lebih batu dan juga lebih kompleks.

Contoh dari reaksi ini adalah reaksi besi dan belerang untuk membentuk besi sulfida. Atau jika didalam kimia organik contah reaksi kimianya ialah reaksi etena dan brom menjadi dipromoetana. Atau untuk contoh lain dapat ditemukan diberbagai media atau buku panduan tentang ilmu kimia.

3. Reaksi Dekomposisi

Reaksi dekomposisi atau juga disebut reaksi penguraian ialah suatu reaksi yang biasanya mengikut sertakan pemecahan suatu senyawa kimia dirubah menjadi unsur-unsur atau senyawa yang lebih sederhana lagi. Reaksi ini dapat terjadi secara spontan atau dipicu oleh panas, katalis atau elektrolis.

4. Reaksi Pengendapan

Reaksi pengendapan atau juga disebut reaksi repatisipasi merupakan reaksi antara satu jenis larutan dengan jenis larutan yang lainnya. Nantinya akan bereaksi dan membentuk padatan yang tidak larut, dengan kata lain disebut sebagai endapan.

Padatan yang terbentuk tadi dapat tersuspensi diseluruh larutan menjadi koloid, yaitu akan jatuh ke dasar wadah reaksi. Sedangkan, suatu reaksi akan membentuk endapan ditentukan dengan aturan kelarutan senyawa ionik.

5. Reaksi Netralisasi

Reaksi netralisasi dalam sebuah reaksi antara asam dan basa yang membentuk garam. Dan biasanya juga menghasilkan air. Reaksi ini seringkali mengalami eksotermik. Tetapi, netralisasi endotermik juga dimungkinkan yaitu untuk reaksi antar zat tertentu.

Reaksi netralisasi tidak selamanya menghasilkan tingkat keasaman atau pH 7, untuk tingkat keasaman atau pH itu sendiri bergantung pada kekuatan yang terkandung pada asam dan basa.

6. Reaksi Kondensasi

Reaksi kondensasi merupakan reaksi gabungan antara dua molekul, dengan tujuan untuk menghasilkan molekul baru yang lebih besar, dengan dihilangkannya molekul yang lebih kecil. Dan biasanya molekul yang dihilangkan itu dalam bentuk air, tetapi hal itu juga tidak selamanya.

Reaksi ini dapat dianggap sebagai kebalikan dari reaksi hidrolis. Reaksi ini juga merupakan reaksi penting dalam pembuatan banyak polimer. Karena perannya yang begitu penting maka reaksi inilah yang paling dibutuhkan.

7. Reaksi Hidrolisis

Reaksi hidrolis yaitu reaksi yang melibatkan pemutusan ikatan kimia dengan penambahan air kedalam suatu zat. Dalam beberapa kasus, proses penambahan ini akan menyebabkan zat dan molekul air terpecah menjadi dua bagian. Contoh sederhananya ialah melarutkan asam sulfat kedalam air.

8. Reaksi Perpindahan

Reaksi perpindahan atau juga disebut displacement merupakan reaksi ketika suatu unsur atau ion mengalami pergerakan keluar dari suatu senyawa kedalam senyawa lainnya. Hal ini bisa terjadi ketika elemen yang bergerak kedalam senyawa jauh lebih reaktif dibandingkan dengan elemen yang dipindahkannya.

9. Reaksi Oksidasi

Reaksi oksidasi terkadang juga didefinisikan sebagai reaksi unsur atau spesi tertentu, yang mana bertujuan untuk memperoleh tambahan atau membentuk ikatan dengan atom oksigen.

Secara umum, reaksi ini didefinisikan sebagai reaksi atom atau spesi tertentu untuk melepaskan elektro. Reaksi ini tidak akan pernah terjadi tanpa reaksi reduksi yang menyertainya, kedua reaksi ini disebut dengan istilah reaksi redoks. Jadi, reaksi ini erat kaitannya dengan reaksi reduksi.

10. Reaksi Reduksi

Reaksi reduksi didefinisikan sebagai reaksi kimia unsur atau spesi tertentu yang kehilangan atau melepaskan atom oksigen. Namun, secara lebih umum reaksi ini didefinisikan sebagai reaksi atom-atom atau spesi tertentu untuk menerima atau mendapatkan elektron. Reaksi ini tidak akan terjadi tanpa adanya reaksi oksidasi.

Dan itulah beberapa deskripsi mengenai macam-macam reaksi kimia yang perlu untuk diketahui. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan adanya 4 dasar ciri reaksi kimia diatas maka reaksi kimiapun akan terjadi. Namun, untuk mempermudah mengetahui jenis reaksi kimia, maka macam reaksi