Fungsi Timbangan Analitik dan Prinsip Kerjanya

Meidi Yuwono

Tidak semua orang mengetahui secara spesifik mengenai fungsi timbangan analitik di laboratorium. Walaupun pada dasarnya timbangan analitik memiliki fungsi yang sama dengan timbangan umum lainnya, namun dengan fungsi yang lebih spesifik.

Pada artikel kali ini Blog Kimia ingin mengajak teman-teman untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai timbangan analitik, mulai dari fungsi timbangan analitik, prinsip kerja timbangan analitik dan cara menggunakan timbangan analitik yang benar. Berikut ulasan lengkapnya!

Pengertian Timbangan Analitik

Gambar Timbangan Analitik

Timbangan analitik adalah salah satu alat laboratorium yang masuk dalam klasifikasi instrumentasi laboratorium. Alat ini merupakan instrumentasi yang wajib ada di laboratorium pengujian karena fungsinya yang cukup vital terhadap tingkat akurasi pengukuran.

Di Laboratorium timbangan analitik memiliki nama lain seperti neraca analitik, analytical balance dan timbangan laboratorium. Namun secara garis besar maksud dan fungsi dari alat penimbangan ini tetap sama, yaitu alat penimbangan sampel dan bahan kimia di laboratorium.

Fungsi Timbangan Analitik

Fungsi Timbangan Analitik

Sebenarnya apa fungsi dari timbangan analitik itu? Kita tentu sudah tahu kalau fungsi timbangan adalah untuk menimbang, lalu apa yang berbeda dari timbangan analitik?

Seperti yang sudah kami singgung di atas, fungsi timbangan analitik di laboratorium adalah untuk menimbang suatu zat atau bahan kimia. Timbangan laboratorium ini tentu sangat berbeda dengan timbangan pada umumnya. Timbangan analitik memiliki tingkat akurasi dan sensisitifitas yang sangat tinggi, bahkan sampai 0,0001 mg.

Bahkan saking sensitifnya, hembusan angin yang masuk dalam timbangan analitik dapat mengganggangu nilai konstan dari berat sampel yang kamu timbang. Inilah mengapa timbangan analitik dilengkapi dengan sisi kaca penutup yang berfungsi agar angin tidak masuk dan mengganggu proses penimbangan sampel atau zat.

Jenis-Jenis Timbangan Analitik

Terdapat 2 jenis timbangan analitik yang bisa kamu temukan di laboratorium, yaitu timbangan analitik digital dan timbangan analitik analog. Namun keberadaan timbangan analitik analog kini sudah jarang ditemukan di laboraorium modern. Hal ini karena pembacaan skala ukur pada timbangan analitik analog lebih rumit dan kurang presisi.

Oleh karenanya kamu mungkin lebih sering menemukan timbangan analitik digital saat berada di laboratorium. Hal ini tidak lain karena timbangan analitik digital yang lebih mudah dalam pengoperasiannya. Apalagi tingkat akurasi yang sangat tinggi akan membuat pengujian dan perhitungan estimasi ketidakpastian pengujian dapat tertelusuri.

Prinsip Kerja Timbangan Analitik

Setelah kita mengetahui fungsi dari timbangan analitik, maka sekarang saatnya untuk mengetahui prinsip kerja timbangan analitik laboratorium. Pertama piringan pada timbangan analitik digunakan sebagai tempat penimbangan sampel atau bahan kimia yang kemudian akan terkirim menuju load cell. Adanya penambahan massa dari sampel pada piringan akan membuat load cell menjadi melengkung.

Selanjutnya strain gauge akan mengalami deformasi, sehingga metal tracks akan menerima tegangan dan membuat sirkuitnya menjadi regang. Deformasi ini akan mengubah strain gauge menjadi sinyal listrik yang dapat terbaca oleh sensor microchip timbangan analitik.

Sinyal listrik inilah yang kemudian akan ditransmisikan melalui converter. Sehingga sensor microchip akan menerjemahkan hasil penimbangan dalam bentuk angka digital pada panel display monitor. Kira-kira seperti itulah prinsip kerja neraca anlitik di laboratorium.

Cara Menggunakan Timbangan Analitik

Cara Menggunakan Timbangan Analitik

Menggunakan timbangan analitik sebenarnya sangatlah mudah jika kamu membaca buku panduannya dengan teliti. Apalagi jika yang kamu gunakan adalah timbangan analitik digital yang lebih mudah daripada timbangan analitik analog.

Namun secara garis besar, cara menggunakan timbangan analitik digital adalah seperti berikut ini:

  • Pertama, hubungkan timbangan analitik dengan sumber arus listrik.
  • Kedua, tekan tombol ON pada timbangan analitik. Jika sudah nyala maka tekan tombol tare agar timbangan menunjukan angka 0.
  • Ketiga, masukan tempat atau wadah yang kamu gunakan (Bisa gelas arloji ataupun gelas beaker). Tunggu sampai massa penimbangan konstan, dan tekan tare kembali.
  • Keempat, timbang sampel atau bahan kimia yang akan kamu gunakan dan catat massa penimbangannya.
  • Terakhir, bersihkan sisa-sisa bahan yang mungkin menumpahi piringan timbangan analitik. Selanjutnya jika sudah bersih bisa kamu matikan dengan tekan tombol OFF.

Beberapa merk timbangan analitik juga sudah ada fitur print (cetak kertas) massa penimbangan. Sehingga memudahkan praktikan atau laboran karena tidak perlu mencatatnya. Apalagi jika sampel yang kita timbang jumlahnya hingga ratusan, tentu akan sangat memudahkan sekali.

Sebagai catatan jika timbangan analitik harus dijauhkan dari goncangan dan benturan untuk menghindari kerusakan. Timbangan analitik juga harus berada pada tempat yang datar agar tidak mudah bergeser dan tergoncang. Apabila timbangan analitik mengalami kerusakan ataupun error kita harus melakuakan kalibrasi instrumen.

Harga Timbangan Analitik

Timbangan analitik tersedia dalam beberapa spesifikasi yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan. Biasanya harga timbangan analitik akan berbeda-beda tergantung dari kapasitasnya. Semakain besar kapasitas timbangan analitik maka akan semakin mahal, begitupun sebaliknya.

Biasanya untuk timbangan analitik dengan kapasitas terkecil yaitu 120 gram memiliki kisaran harga 4 hingga 8 jutaan. Sementara untuk timbangan analitik yang memiliki kapasitas paling besar yaitu 1000 gram memiliki kisaran harga 30 jutaan.

Lebih jelasnya lagi kamu bisa menanyakan perihal harga timbangan analitik ini pada toko instrumentasi laboratorium terdekat di kotamu.

Kesimpulan

Ada beberapa poin yang bisa kita simpulkan terkait dengan timbangan analitik laboratorium ini, antara lain adalah:

  • Timbangan analitik laboratorium adalah peralatan laboratorium yang masuk klasifikasi instrumentasi.
  • Fungsi timbangan analitik adalah untuk menimbang sampel atau bahan kimia pada proses pengujian di laboratorium.
  • Terdapat 2 jenis timbangan analitik, yaitu timbangan analitik digital dan timbangan analitik analog.
  • Prinsip kerja dan cara menggunakan timbangan analitik bisa kamu lihat pada poin-poin yang kami sampaikan di atas.

Itulah fungsi timbangan analitik dan cara kerjanya di laboratorium. Semoga artikel ini bisa bermanfaat, terima kasih.

Bagikan:

Related Post

Tinggalkan komentar