Instrumen Laboratorium
Home » Blog » Fungsi Spektrofotometer dan Cara Kerjanya

Fungsi Spektrofotometer dan Cara Kerjanya

Fungsi Spektrofotometer dan Cara Kerjanya – Saat sedang melakukan pengujian di laboratorium, kita sering memerlukan bantuan instrumen untuk menganalisanya. Beberapa instrumen yang sering kita gunakan yaitu spektrofotometer, baik itu jenis UV-Vis, Inframerah IR ataupun Fluoresensi.

Artikel ini berisi ulasan mengenai instrumentasi spektrofometer yang meliputi, fungsi spektrofotometer, prinsip kerja spektrofotometer, cara penggunaannya dan bagian-bagian spektrofotometer yang perlu untuk kamu ketahui. Oleh karena itu simak artikel dengan cermat dan teliti agar kamu bisa memahaminya.

Apa Itu Spektrofotometer?

Gambar Spektrofotometer

Spektrofotometer adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang dipancarkan atau yang terabsorpsi oleh suatu senyawa. Prinsip kerja spektrofotometer adalah dengan memanfaatkan prinsip-prinsip spektroskopi, yaitu teknik yang digunakan untuk menganalisis cahaya yang terabsorpsi oleh suatu senyawa.

Pada spektrofotometer, cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya akan mengenai sampel yang akan kita uji, sehingga terjadi interaksi antara cahaya dengan senyawa dalam sampel. Interaksi tersebut dapat berupa penyerapan atau penguatan cahaya oleh senyawa dalam sampel. Kemudian informasi ini dapat kita gunakan untuk mengidentifikasi senyawa dalam sampel tersebut atau untuk mengukur konsentrasi senyawa dalam sampel.

Fungsi Spektrofometer

Fungsi Spektrofotometer

Spektrofotometer berfungsi untuk mengukur intensitas cahaya yang dihasilkan oleh suatu bahan atau zat pada berbagai panjang gelombang. Dengan menggunakan spektrofometer, kita dapat mengetahui komposisi kimia suatu bahan atau zat dengan menganalisis spektrum cahaya yang dihasilkannya.

Spektrofometer juga dapat kita gunakan untuk mengukur konsentrasi zat dalam suatu larutan. Berikut ini beberapa fungsi spektrofotometer, antara lain:

  1. Mengukur intensitas cahaya yang dipancarkan atau yang terabsorpsi oleh suatu senyawa. Dengan mengukur intensitas cahaya yang dipancarkan atau yang terabsorpsi oleh suatu senyawa, spektrofotometer dapat digunakan untuk mengidentifikasi senyawa dalam sampel.
  2. Menganalisis komposisi suatu senyawa. Dengan mengukur intensitas cahaya yang terabsorpsi oleh suatu senyawa pada berbagai panjang gelombang, spektrofotometer dapat digunakan untuk mengetahui komposisi senyawa dalam sampel.
  3. Mengukur konsentrasi suatu senyawa dalam sampel. Dengan mengetahui intensitas cahaya yang terabsorpsi oleh suatu senyawa pada panjang gelombang tertentu, spektrofotometer dapat digunakan untuk mengukur konsentrasi senyawa dalam sampel.
  4. Menentukan kualitas suatu produk. Spektrofotometer dapat digunakan untuk menentukan kualitas suatu produk, seperti kualitas minyak goreng atau kualitas air minum, dengan cara menganalisis komposisi senyawa yang terkandung dalam produk tersebut.

Jenis-Jenis Spektrofotometer

Ada beberapa jenis spektrofotometer yang dapat digunakan untuk menganalisis komposisi kimia suatu bahan, termasuk:

  • Spektrofotometer UV-Vis, yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang dipancarkan oleh bahan pada panjang gelombang ultraviolet (UV) dan panjang gelombang tampak (Vis).
  • Spektrofotometer inframerah (IR), yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang dipancarkan oleh bahan pada panjang gelombang inframerah (IR).
  • Spektrofotometer fluoresensi, yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang dipancarkan oleh bahan pada panjang gelombang fluoresensi.

Spektrofotometer juga dapat dibedakan berdasarkan cara kerjanya, seperti spektrofotometer serapan, spektrofotometer transmisi, dan spektrofotometer emisi.

Panjang Gelombang Spektrofotometer

Sensitivitas spektrofometer terhadap sampel sangat bergantung pada panjang gelombang yang kita gunakan. Panjang gelombang yang dapat diukur oleh suatu spektrofotometer tergantung pada jenis spektrofotometer yang digunakan.

Misalnya, spektrofotometer UV-Vis dapat mengukur intensitas cahaya yang dipancarkan oleh suatu bahan pada panjang gelombang ultraviolet (UV) dan panjang gelombang tampak (Vis), yaitu antara 190-800 nm. Spektrofotometer inframerah (IR) dapat mengukur intensitas cahaya pada panjang gelombang inframerah (IR), yaitu antara 750-15000 nm. Sedangkan spektrofotometer fluoresensi dapat mengukur intensitas cahaya pada panjang gelombang fluoresensi, yaitu antara 200-800 nm.

Cara Menggunakan Spektrofotometer

Untuk menggunakan spektrofotometer, pertama-tama kamu harus memastikan bahwa peralatan tersebut telah terkalibrasi dan dalam kondisi baik. Kemudian, kamu dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka program spektrofotometer yang akan kamu gunakan. Biasanya program ini akan dilengkapi dengan petunjuk yang dapat membantu Kamu menggunakannya dengan benar.
  2. Kemudian pilih metode analisis yang akan kamu gunakan. Metode ini dapat berupa serapan, transmisi, atau metode lain yang sesuai dengan tujuan Kamu.
  3. Masukkan sampel yang akan kamu analisis ke dalam kuvet atau tabung transparan yang sesuai. Pastikan bahwa sampel tersebut dalam jumlah yang cukup dan dalam keadaan homogen.
  4. Selanjutnya pasang kuvet atau tabung transparan tersebut ke dalam spektrofotometer. Pastikan bahwa sampel tersebut terletak di posisi yang benar dan dapat dianalisis dengan benar.
  5. Nyalakan spektrofotometer dan masukkan parameter yang diperlukan, seperti panjang gelombang yang akan digunakan atau intensitas cahaya yang akan dipancarkan.
  6. Mulai proses analisis dengan menekan tombol yang tersedia pada program spektrofotometer. Pastikan bahwa kamu telah memilih metode analisis yang benar sebelum memulai proses ini.
  7. Tunggu hingga proses analisis selesai, kemudian lihat hasilnya pada layar monitor spektrofotometer. kamu dapat menyimpan hasil tersebut untuk dianalisis lebih lanjut atau dibandingkan dengan sampel lain.
  8. Setelah selesai, jangan lupa untuk membersihkan spektrofotometer dan kuvet atau tabung transparan yang telah digunakan, serta menyimpan sampel yang telah dianalisis dengan benar.

Bagian Bagian Spektrofotometer

Spektrofotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau difraksikan oleh suatu sampel pada berbagai panjang gelombang. Alat ini biasanya terdiri dari beberapa bagian utama, termasuk sumber cahaya, monokromator, detector, dan unit pengukuran.

1. Sumber Cahaya

Sumber cahaya adalah bagian dari spektrofotometer yang menyediakan cahaya dengan panjang gelombang yang dapat diatur. Biasanya sumber cahaya yang paling umum digunakan adalah lampu yang dapat menghasilkan cahaya dengan panjang gelombang yang dapat diatur, seperti lampu pijar atau lampu tungsten-halogen.

2. Monokromator

Spektrofotometer terdiri dari monokromator yang berfungsi untuk memisahkan cahaya dari sumber cahaya menjadi cahaya monokromatik dengan panjang gelombang yang dapat diatur. Monokromator biasanya terdiri dari sebuah prisma atau grating yang dapat memisahkan cahaya berdasarkan panjang gelombangnya.

3. Detektor

Detektor adalah bagian dari spektrofotometer yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau difraksikan oleh sampel. Biasanya fotodioda atau fotokatoda adalah detektor yang paling umum digunakan. Jenis detektor ini mampu mengukur intensitas cahaya dengan akurasi yang tinggi.

4. Unit Pengukuran

Unit pengukuran adalah bagian dari spektrofotometer yang digunakan untuk mengukur dan menampilkan hasil pengukuran intensitas cahaya. Biasanya unit ini terdiri dari sebuah display digital dan kontrol yang dapat mengatur panjang gelombang yang diukur dan sensitivitas detektor.

Kesimpulan

Secara umum spektrofotometer sering kita temui di banyak jenis laboratorium, baik itu laboratorium kimia, fisika, farmasi dan lainnya. Karena itu kita harus bisa tahu dan memahami fungsi spektrofotometer secara menyeluruh. Selain itu kita juga harus mengetaui prinsip kerja dan cara penggunaan yang benar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian mengenai instrumentasi laboratorium. 

Meidi Yuwono

Mahasiswa lulusan D3 Analisis Kimia dan S1 Teknologi Hasil Pertanian yang memiliki minat menulis artikel bertema edukasi & pendidikan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.