Bagi anda yang bergelut di dunia penelitian di laboratorium pasti tidak asing dengan alat yang bernama shaker laboratorium. Alat ini berbentuk seperti kompor, namun cara kerjanya pada alat ini akan membantu mencampurkan zat zat kimia sebagai larutan homogen. Namun tidak sedikit juga orang yang ingin mengetahui tentang pengertian dan fungsi shaker laboratorium.

Alat shaker laboratorium ini bisa di pakai untuk kebutuhan laborat kimia ataupun biologi. Shaker laboratorium ini tidak menimbulkan gaya gerak yang besar. Shaker laboratorium ini di rancang untuk mencampurkan larutan kimia yang mana gerak getar di timbulkan pada tabung-tabung kacanya. Sehingga larutan akan tercampur dengan merata sesuai dengan kebutuhannya.

Pengertian dan Fungsi Shaker Laboratorium

Gambar Shaker Laboratorium

Gambar Shaker Laboratorium

Shaker laboratorium hanya di gunakan untuk penelitian pada laboratorium yang telah memiliki izin khusus untuk praktik. Sehingga alat laboratorium ini tidak boleh di gunakan sembarangan. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai pengertian dan fungsi shaker laboratorium, anda bisa menyimak pembahasan di bawah ini.

Mengenal shaker laboratorium

Shaker laboratorium merupakan salah satu alat yang sangat di perlukan di bidang penelitian pada laboratorium kimia atau biologi. Seperti pada namanya, shaker laboratorium ini dapat di pakai untuk mencampurkan larutan zat yang di letakkan pada tabung penelitian. Alat ini berbentuk seperti kompor yang di atasnya di letakkan beberapa botol kaca yang berisi zat-zat cair yang akan di kocok atau di homogenkan dengan prosedur yang berlaku.

Shaker laboratorium ini ternyata bukan hanya ada satu jenis alat shaker saja. Ada beberapa jenis shaker dengan model dan kegunaan yang berbeda pula. Namun pada dasarnya, masih memiliki mekanisme atau cara kerja yang hampir mirip. Yaitu mencampurkan beberapa larutan zat biokimia untuk tujuan penelitian.

Fungsi shaker laboratorium

Fungsi Shaker Laboratorium

Fungsi Shaker Laboratorium

Seperti pada pembahasan poin sebelumnya, bahwa shaker laboratorium ini memiliki fungsi yang di pakai di dunia laboratorium. Model alat ini di rancang dari beberapa bagian yang di satukan menjadi satu alat yang berguna untuk mencampurkan atau menghomogenkan larutan zat zat baik kimia maupun biologi.

Shaker laboratorium ini juga memiliki dua model mesin yang memiliki gaya gerak yang berbeda. Ada yang di rancang dengan gerak linear yang mana shaker akan mengocok larutan dengan arah lurus dengan kecepatan getar yang lumayan besar. Sedangkan orbital shaker di buat dengan gaya getar yang lebih kecil dan mengarah memutar seperti putaran orbit.

Jenis-Jenis Shaker Laboratorium

Shaker laboratorium ini ternyata tidak hanya memiliki satu model alat saja. Ada beberapa jenis alat shaker dengan fungsi dan kegunaan yang berbeda pula. Seperti halnya pengertian dan fungsi shaker laboratorium. Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis shaker laboratorium :

1. Vortex Shaker

Vortex shaker atau mixer ini merupakan jenis shaker laboratorium yang berukuran kecil. Alat ini di gunakan untuk mencampurkan beberapa larutan yang mana zat tersebut di masukkan ke dalam tabung yang ukurannya lebih kecil. Alat ini di temukan oleh ilmuan asing yang  bernama Jack A. Kraft dengan saudaranya Harold D. Kraft.

2. Platform Shaker

Platform shaker adalah jenis alat shaker laboratorium yang memiliki karakteristik adanya permukaan datar pada atas mesinnya. Permukaan datar tersebut berupa papan meja yang di gunakan untuk meletakkan botol-botol kaca, gelas kimia atau Erlenmeyer yang akan di aduk menggunakan alat ini.

3. Orbital Shaker

Orbital shaker merupakan jenis alat shaker laboratorium yang memiliki beberapa penghalang di atas mesinnya. Mekanisme alat ini menimbulkan getaran yang memutar seperti orbit dengan kecepatan yang rendah. Orbital shaker ini lebih sesuai untuk penelitian micro biologi makhluk hidup.

4. Incubator Shaker

Incubator shaker adalah jenis alat shaker yang memiliki ciri terdapat penutup bening di atas mesinnya. Bentuknya menyerupai incubator yang berguna menghomogenkan beberapa zat biologi seperti mikroba maupun DNA. Selain itu, alat ini juga sebagai penstabil zat zat tersebut untuk menjaga kondisi suhu dan temperature yang baik bagi larutan seperti mikroba tersebut.

Komponen Shaker Laboratorium

Shaker laboratorium di rancang dengan mengkombinasikan beberapa komponen alat untuk menghasilkan satu alat shaker. Jika salah satu komponen tersebut tidak ada, makan alat shaker tidak dapat di katakan sempurna untuk memproses percampuran larutan. Berikut ini adalah beberapa komponen shaker laboratorium.

1. Plate Shaker

Plate shaker adalah komponen yang di pakai sebagai tempat untuk meletakkan tabung kaca atau botol kaca yang berisi larutan. Bagian ini biasanya di lengkapi beberapa penahan agar botol yang di getarkan tidak bergeser hingga jatuh.

2. Clamping Roll

Clamping roll adalah komponen shaker sebagai penahan atau pelindung botol kaca agar saat di proses percampuran zat berlangsung tidak mudah bergeser atau jatuh. Hal itu di karenakan adanya gaya getar yang di timbulkan dari alat shaker itu sendiri.

3. LCD Display

LCD display adalah bagian panel digital yang dapat menunjukkan kecepatan rpm getaran yang telah di putarkan oleh pemutar rpm.

4. Time

Time ini merupakan bagian pengaturan waktu untuk menentukan berapa lama proses shaking tersebut di lakukan. Bagian ini berbentuk tombol putar yang mana waktu akan di tampilkan di LCD Display.

5. RPM

Rpm merupakan bagian untuk mengatur kecepatan getaran yang terletak di samping timer. Berbentuk tombol putar yang mana indikatornya dapat di ketahui lewat LCD Display.

Cara Menggunakan Shaker Laboratorium

Shaker laboratorium ini dapat bergerak jika di hidupkan dan di jalankan manusia. Untuk mengetahui cara menggunakan alat shaker laboratorium ini, mari kita simak petunjuk penggunaan alatnya sebagai berikut.

  • Siapkkan seluruh bahan yang akan di uji menggunakan shaker ini. Larutan bisa di masukkan pada botol/tabung kaca atau labu Erlenmeyer.
  • Anda bisa meletakkan larutan di kaca tersebut di atas plate shaker, namun anda harus mengendurkan clamping rollnya lebih dahulu.
  • Jika sudah, anda bisa mengencangkan clamping roll sebagai penahan agar labu Erlenmeyer atau botol kacanya tidak jatuh.
  • Alat shaker dapat menyala jika di alirkan listrik. Maka anda perlu mencolokkan stekernya dahulu.
  • Untuk memulainya anda bisa menekan power on untuk menghidupkannya.
  • Anda bisa mengatur timer dan kecepatan rpmnya dengan memutar tombol. Untuk memantaunya tinggal melihat di lcd display.
  • Maka larutan di atasnya akan bergetar dan mulai menyatu sebagaimana fungsi shaker ini untuk menghomogenkan zat larutan.
  • Sembari menunggu prosesnya, anda bisa mengamati dan menganalisis proses shaking dengan alat shaker laboratorium ini.

Pada intinya proses penggunaan shaker laboratorium sangatlah mudah. Namun jika teman-teman masih belum paham bisa tonton video yang kami sertakan dibawah yah. Semoga dengan melihat video ini, teman-teman bisa memahami fungsi shaker laboratorium.

Itulah pembahasan mengenai pengertian dan fungsi shaker laboratorium yang dapat anda ketahui. Alat shaker laboratorium ini menjadi salah satu alat wajib yang harus ada di suatu laboratorium penelitian. Kegunaannya memberi pengaruh besar bagi berlangsungnya proses penelitian kimia ataupun biologi.