Pengertian dan Fungsi Piknometer – Piknometer juga merupakan alat laboratorium yang tidak kalah penting dari peralatan lainnya, piknometer juga bisa terkategorikan peralatan yang wajib ada di laboratorium. Mungkin dari sebagian orang ada yang tidak akrab bahkan tidak tahu tentang alat ini. Tetapi, bagi seorang kimiawan atau laboratorium alat ini sudah akrab sekali.

Oleh karena itu, artikel ini akan mengupas pengertian dan fungsi piknometer dengan tujuan agar tidak hanya kimiawan atau laboratorium saja yang mengenal alat ini. Tetapi juga siapapun yang ingin tahu dan mengenal berbagai alat laboratorium yang salah satunya adalah piknometer.

Pengertian dan fungsi piknometer

Piknometer atau yang sering disapa glass were merupakan salah satu peralatan laboratorium. Umumnya alat ini dibuat dari bahan kaca atau gelas, mengapa demikian?, hal ini dikarenakan untuk lebih mempermudah proses pengukuran massa jenis suatu cairan. Alat ini dibuat dengan terdiri dari tiga komponen yaitu : tutup pikno, lubang, dan gelas atau juga disebut tabung.

Sudah diketahui bahwa kaca atau gelas merupakan alat yang tembus pandang, selain itu hal ini juga bertujuan dalam pembersihan alat-alat laboratorium saat setelah digunakan. Dan hal ini juga bertujuan untuk penjagaan zat serta kemudahan dalam proses memindahkan zat atau larutan kimia.

A. Pengertian Piknometer

Gambar Piknometer

Gambar Piknometer

Sebelum melanjutkan ke fungsi piknometer, kira-kira temen-temen semua paham enggak apa itu piknometer?, pernah mendengar hal ini sebelumnya?, atau bahakan belum pernah sama sekali. Jika benar demikian, dengan membaca artikel ini harapan semoga dan memberikan pemahaman kepada semua pembacanya. Langsung saja menuju pembahasan.

Sebetulnya piknometer pertama merupakan hasil ciptaan dari Abu Raihan Muhammad al-Biruni (973-1048) seorang ilmuan dari Persia. Sehingga beliau dinobatkan sebagai pakar pertama yang telah menciptakan piknometer. Perlu diketahui bahwa kelebihan daru penggunaan piknometer ini sendiri ialah karena hasil pengukurannya bisa didapatkan dalam jangka waktu yang sangat efisien dan singkat. Berikut penjelasan mengenai pengertian piknometer :

1. Menurut etimologi

Piknometer ternyata berasal dari bahasa yunani yang awal mula katanya adalah puknos, artinya rapat. Namun, secara garis beras di artikan sebagai alat pengukur massa jenis suatu zat atau larutan. Dengan menggunakan alat ini, maka hasil pengukuran massa jenis suatu zat akan lebih akurat, dibandingkan dengan penggunaan alat lain.

Sebetulnya piknometer juga memiliki kekurangan yakni tidak segala bentuk larutan dan zat mesti diukur menggunakan alat ini. Hal ini disesuaikan pada prosedur dan jika aturan yang telah dibuat. Kebayang bukan jikalau penggunaannya tanpa didasarkan prosedur berlaku?, hasil yang didapatkan pasti acak-acakan.

2. Menurut terminologi

Secara teori piknometer juga memiliki arti yang tidak jauh berbeda sama halnya seperti penjelasan di atas. Yakni sebagai alat pengukur densitas pluida atau masa jenis suatu cairan. Lalu cairan apa saja yang bisa diukur menggunakan alat ini?, dan seperti apa cara atau proses pengukurannya?, penasaran bukan?.

Perlu diketahui bawa tidak semua jenis cairan mampu diukur oleh piknometer. Hal ini dikarenakan alat untuk mengukur massa jenis zat/cairan itu banyak. Yang salah satunya ialah neraca analitik. Selain digunakan pada pengukuran zat cair, piknometer juga dapat digunakan dalam pengukuran massa jenis zat padat.

B. Fungsi Piknometer

Fungsi Piknometer

Fungsi Piknometer

Fungsi utama dari piknometer ialah untuk mengukur masa jenis suatu zat, larutan, ataupun cairan. Kini alat ini telah dibuat dengan sedemikian bentuk. Tetapi tidak meninggalkan bentuk aslinya. Produk akan piknometerpun kini telah meningkat. Hal ini dikarenakan banyaknya permintaan ataupun kebutuhan akan piknometer.

Alat ukur jenis ini memiliki jenis pengukuran mulai dari 100ml, 50 ml, 25 ml, dan ukuran paling kecil yakni 10 ml. Untuk penggunaannya sendiri jenis pengukuran dengan ukuran 25ml dan 10 ml jauh lebih sering dan umum digunakan. Dibandingkan dengan penggunaan yang ukurannya 100 dan 50 ml. Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis piknometer

1. Jenis Piknometer Umum

Sudah dapat diketahui bahwasanya jenis piknometer ini adalah piknometer dengan bentuk dan jenis pengukuran yang umum digunakan. Jenis piknometer ini umumnya mempunyai bentuk yang menyerupai botol parfum. Dan tersusun dari 3 bagian, yaitu :

  • Tutup piknometer, fungsi dari bagian ini ialah sebagai bagian yang dapat mempertahankan suhu yang berada didalam piknometer. Jadi, dengan adanya tutup piknometer suhu gelas piknometer akan selalu dalam keadaan stabil. Bagian ini jelas penting buka?.
  • Lubang piknometer, fungsinya ialah sebagai jalan masuk dan keluarnya suatu objek atau media. Objek dan media apakah yang dimaksudkan?, yakni suatu larutan yang hendak diukur massa jenisnya. Larutan apa saja?, contoh halnya seperti oli dan lain-lain.
  • Tabung ukur piknometer atau juga disebut gelas piknometer, memiliki kegunaan sebagai alat pengukur volume cairan. Nah, jadi sebenarnya yang diukur adalah volume dari suatu zat. Yakni menggunakan rumus pengukuran massa jenis zat dibagi volume zat, setelah itu baru akan didapatkan hasil yang diinginkan.

2. Piknometer gas

Lain halnya dengan piknometer pada umumnya, piknometer ini lebih menekankan pada perpindahan suatu gas. Dalam pengukurannya piknometer jenis ini memiliki kecepatan yang lebih cepat dibandingkan piknometer pada umumnya.

Hanya saja penggunaan piknometer jenis ini lebih luas dibandingkan dengan pengunaan piknometer jenis biasa. Piknometer jenis ini juga terbagi kedalam dua bagian. Selain uraian tentang pengertian dan fungsi piknometer, Berikut uraian tentang pembagian piknometer jenis gas :

  • Piknometer perbandingan gas, piknometer ini umumnya terdiri dari dua ruang variabel.
  • Piknometer ekspansi gas, sedangkan piknometer ini biasanya hanya terdiri dari satu atau ada juga yang memiliki dua ruang variable.

Tidak hanya tahu tentang paham akan seperti apa itu piknometer?, dan apa fungsi dari piknometer?, serta apa bagian-bagian piknometer?, perlu diketahui juga tentang bagaimana cara untuk menggunakan piknometer?. Karena mana mungkin bisa memfungsikan piknometer jikalau tidak tahu caranya. Berikut akan dijelaskan.

Cara Menggunakan Piknometer

Setelah kita memahi fungsi piknometer diatas, selanjutnya kita harus mengetahui bagaimana cara menggunakan piknometer yang benar. Kalian bisa simak cara penggunaannya di bawah ini:

Cara Menggunakan Piknometer

  • Hal yang pertama kali harus dilakukan adalah membersihkan piknometer, mengapa hal ini harus dilakukan?, karena tujuan dari proses ini ialah untuk mensterilisasi piknometer.
  • Dan untuk menghindari penggunaan piknometer yang kotor dan tidak steril.
  • Setelah dibersihkan, maka piknometer haruslah dikeringankan. Hal ini juga untuk menghindari penggunaan piknometer basah. Proses pengeringan dapa dilakukan dengan oven laboratorium pada suhu 105 derajat celcius. Proses ini berlangsung selama 15 sampai 30 menit. Hal ini bertujuan agar piknometer bida kering secara menyeluruh.
  • Piknometer yang sudah dibersihkan tadi akan dimasukkan kedalam sebuah alat bernama desikator. Proses ini memakan waktu 10 hinggga 15 menit lamanya.
  • Proses selanjutnya ialah mencatat volume awal piknometer. Yakni jumlah volume piknometer pada saat hendak digunakan. Ukuran yang umum digunakan meliputi 3 jenis yakni : 50 ml, 25 ml, dab 10 ml.
  • Selanjutnya, lakukan penimbangan terhadap piknometer kosong, dan catat sebagai a gram. Proses penimbangan dapat dilakukan dengan bantuan neraca analitik.
  • Setelah itu, barulah memasukkan sample kedalam piknometer, dengan ukiran mencapai leher piknometer. Kemudian, pasang tutup piknometer, sehingga sample dapat mengisi pipa kapiler secara penuh. Selain itu, pastikan bahwa didalam piknometer tidak terdapat gelembung udara sama sekali.
  • Setelah proses itu selesai, keringkan piknometer bagian luar dengan menggunakan tisu.
  • Kemudian, timbanglah piknometer yang berisikan sample dengan mencatat ukuran sebagai b gram
  • Setelah selesai pengukuran maka piknometer dapat dibersihkan kembali.
  • Setelah ini untuk mendapatkan hasil dari pengerjaan, maka lakukan penghitungan massa jenis suatu zat dengan menggunakan rumus : massa zat dibagi dengan volumenya.

Dan itulah beberapa penjelasan mengenai pengertian dan fungsi piknometer. Agar dapat di fungsikan, maka beberapa hal ini haruslah dipahami terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar proses pengerjaan dapat berjalan dengan lancar.