Fungsi Jarum Ose dan Prinsip Kerjanya

Jarum ose adalah alat laboratorium yang akan sering untuk kita jumpai di laboratorium mikrobiologi dan biologi. Bukan tanpa alasan, melainkan karena fungsi jarum ose yang tidak akan jauh dari bakteri dan mikroorganisme.

Oleh karena itu jarum ose memiliki fungsi yang cukup penting untuk pengujian yang berhubungan dengan inokulasi bakteri. Mari kita kenali lebih dalam mengenai jarum ose, mulai fungsinya, prinsip kerjanya, cara penggunaannya, dan bagaimana alat ini bekerja.

Pengertian Jarum Ose dan Fungsinya

Jarum Ose Inokulasi

Jarum ose adalah alat laboratorium yang memiliki bentuk menyerupai jarum, tetapi dengan berbagai ukuran yang berbeda tergantung pada kebutuhan penggunaannya. Jarum ose umumnya terbuat dari bahan stainless steel yang tahan terhadap korosi dan reaksi kimia, sehingga sangat cocok digunakan dalam lingkungan laboratorium.

Terdapat beberapa fungsi dari jarum ose, khususnya pada laboratorium mikrobiologi dan biologi, antara lain:

  1. Transfer Bakteri atau Mikroorganisme: Jarum ose digunakan untuk mengambil sejumlah kecil bakteri atau mikroorganisme dari satu tempat ke tempat lain. Ini sangat berguna dalam isolasi mikroorganisme tertentu atau saat kita ingin menanam ulang kultur bakteri.
  2. Inokulasi Media Kultur: Untuk mengkultur mikroorganisme, kita perlu menginokulasikan media kultur dengan sampel yang ingin kita tumbuhkan. Jarum ose digunakan untuk mengambil sejumlah kecil mikroorganisme dan menempatkannya pada media kultur.
  3. Pemeriksaan Mikroskopis: Jarum ose juga dapat digunakan untuk mengambil sampel mikroorganisme untuk pemeriksaan mikroskopis. Ini penting dalam identifikasi bakteri atau mikroorganisme tertentu.

Prinsip Kerja Jarum Ose

Prinsip kerja jarum ose sangat sederhana dengan menembus permukaan atau sampel yang ingin diambil. Bagian ujung yang tajam dan tipis memungkinkan kita untuk mengambil sejumlah kecil sampel secara akurat.

Jarum ose memiliki kapasitas yang kecil, sehingga dapat mengambil sampel dalam volume yang sangat terbatas. Prinsip kerjanya sangat mirip dengan jarum suntik, tetapi dalam skala yang lebih kecil dan lebih tepat.

Cara Penggunaan Jarum Ose

Penggunaan jarum ose memerlukan keterampilan dan kehati-hatian, karena alat ini sangat tajam dan dapat menimbulkan risiko kontaminasi. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam penggunaan jarum ose:

  1. Persiapan Alat: Pertama pastikan jarum ose dalam keadaan bersih dan steril sebelum digunakan. Jika jarum ose telah digunakan sebelumnya, sterilisasi ulang adalah langkah penting.
  2. Sterilisasi Jarum Ose: Selanjutnya adalah sterilisasi dengan cara memanaskan ujung jarum ose di atas nyala api Bunsen atau dengan pembakar spiritus. Proses pemanasan ini akan membunuh mikroorganisme yang mungkin ada pada jarum ose.
  3. Transfer Sampel: Setelah sterilisasi, jarum ose dapat digunakan untuk mengambil sampel mikroorganisme atau menginokulasikan media kultur.
  4. Penanganan Hati-Hati: Selama penggunaan, hindari menyentuh ujung jarum ose dengan tangan atau permukaan lain yang tidak steril untuk mencegah kontaminasi.
  5. Sterilisasi Kembali Setelah Penggunaan: Setelah digunakan, jarum ose harus di sterilkan kembali sebelum disimpan atau digunakan untuk tujuan lain.

Jika masih bingung bagaimana cara penggunaannya, kamu bisa melihat langkah-langkahnya di video berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?app=desktop&v=bRadiLXkqoU

Kesimpulan

Jarum ose adalah alat yang sangat penting dalam laboratorium mikrobiologi dan biologi. Fungsi jarum ose sangat krusial untuk digunakan dalam transfer mikroorganisme dan inokulum bakteri.

Prinsip kerja jarum ose sangat sederhana, karena hanya mengusapkannya pada media kultur atau sampel. Penggunaan yang benar dengan sterilisasi yang tepat, memungkinkan kita untuk terhindar dari kontaminasi yang tidak diinginkan.

Avatar

Meidi Y

Mahasiswa lulusan D3 Analisis Kimia yang Sedang Melanjutkan Kuliah S1 Teknologi Hasil Pertanian di Kota Pendidikan.

Bagikan:

Tinggalkan komentar