Pengertian dan fungsi hotplate – Bagi orang yang bekerja di laboratorium pasti sudah tidak asing lagi dengan alat yang digunakan untuk mengecek sample. Bagi masyarakat alat yang digunakan oleh laboran hanyalah gelas atau tabung yang digunakan dalam mencampur sample atau bahan kimia.

Namun ternyata banyak sekali alat yang digunakan oleh laboran seperti hotplate, apa pengertian dan fungsi hotplate yang perlu diketahui ?

Pengertian dan Fungsi Hotplate

Pengertian dan Fungsi Hotplate Laboratorium Kimia

Fungsi Hotplate Laboratorium

Hotplate adalah alat laboratorium yang digunakan untuk memanaskan campuran atau sample yang akan di teliti. Hotplate terdiri dari pengaduk (magnetic strirer) yang digunakan untuk mengaduk larutan dan pemanas yang akan digunakan untuk memanaskan larutan yang akan dicek.

Alat ini memiliki prinsip kerja yaitu menghomogenkan larutan dengan putaran dan suhu. Berikut ini fungsi hotplate berdasarkan bagian-bagian yang harus diketahui:

A. Bagian-Bagian Hotplate dan Fungsinya

Setiap bagian-bagian hotplate memiliki fungsi tersendiri yang akan dapat memudahkan laboran dalam bekerja. Biasanya sebelum bekerja seorang laboran akan memahami pengertian dan fungsi dari setiap bagian komponen hotplate. Jika tidak memahami dengan baik, maka laboran tidak akan bisa bekerja secara maksimal. Berikut bagian dan fungsi komponen hotplate:

1. Alas Hotplate Atau Top Plate

komponen pertama yang harus dipahami oleh laboran yaitu alas hotplate atau top plate. Top plate ini digunakan untuk meletakan wadah yang akan digunakan oleh laboran untuk melarutkan sample. Biasanya wadah yang digunakan berupa gelas beaker yang terbentuk dari kaca baik yang berukuran kecil, sedang maupun besar. Selain itu, alas ini juga dapat digunakan untuk meletakkan erlenmayer.

Bahan utama yang digunakan untuk menyusun lapisan top plate ini adalah keramik, enamel maupun alumunium. Namun, umumnya top plate yang sering digunakan yaitu  berbahan alumunium. Bahan ini dipilih karena dapat menghantarkan panas dengan baik dan juga memiliki harga yang cukup ekonomis serta mudah dalam perawatan.

2. Knob Atau Tombol Pengatur Suhu

Knob suhu atau sering disebut dengan tombol pengatur suhu merupakan salah satu komponen yang berfungsi untuk mengatur atau meng-adjust derajat panas yang digunakan dalam melarutkan larutan kimia. Laboran dapat mengatur knob untuk mengatur suhu sesuai yang diinginkan.

Jika laboran mengatur suhu ke arah jarum jam maka suhu yang di hasilkan oleh hotplate akan semakin tinggi. Jika knob di putar kea rah berlawanan dengan jarum jam maka laboran akan mendapatkan suhu lebih rendah. Namun, tinggi rendahnya suhu hotplate tidak akan sama dengan suhu larutan. Oleh karena itu, laboran harus mengecek suhu larutan menggunakan termomater.

3. Knob Atau Tombol Pengatur Kecepatan

Knob atau tombol pengatur kecepatan terletak didekat knob pengatur suhu. Tombol pengatur suhu ini memiliki fungsi yang jelas berbeda dengan knob pengatur suhu. Fungsinya tombol ini adalah untuk mengatur kecepatan pengadukan larutan menggunakan magnetic strirer. Tombol ini memudahkan laboran dalam mendapatkan pengadukan yang konstan.

Mekanisme pengaturan tombol pengaturan kecepatan ini sama dengan knob pengatur suhu yaitu dengan memutar tombol ke arah jam maka laboran akan mendapatkan kecepatan yang semakin tinggi. Begitu juga sebaliknya, jika laboran memutar ke arah yang berlawanan dengan jarum jam maka laboran akan mendapatkan kecepatan yang semakin lambat.

4. Layar Atau Display Hotplate

Layar hotplate atau display hotplate memiliki tampilan seperti layaran kalkulator. Biasanya, tampilan hotplate ini berupa angka digital. Angka digital ini akan memberikan penjelasan seberapa panas suhu dan kecepatan pengadukan yang digunakan oleh laboran. Sehingga, laboran dapat mengatur kembali jika panas suhu dan kecepatan pengadukan tidak sesuai yang diharapkan.

Perawatan display hotplate ini sangatlah mudah yaitu dengan membersihkan layar display menggunakan kain halus maupun tisu. Jika, layar display ini tidak dirawat hal ini dapat kinerja laboran karena tidak dapat melihat jumlah suhu dan kecepatan yang digunakan dalam memanaskan larutan.

5. Hotplate House

Hotplate house atau kerangka hotplate adalah body komponen yang menyusun hotplate. Hotpalne house ini berfungsi untuk melindungi komponen elektronik dan juga bagian utama dari hotplate. Biasanya bahan yang menyusun hotplate house berupa alumunium atau besi ringan. Kemudian, di cat dengan berbagai warna.

Cara merawat hotplate house ini sama dengan komponen lainnya yaitu dengan membersihkan menggunakan kain yang halus atau menggunakan tisu. Jika, hotplate house ini tidak dibersihkan dengan baik maka dapat membuat cepat keropos dan rusak.

Selain pengertian dan fungsi hotplate sebagai laboran juga harus memahami bagaimana cara menggunakan,  dan merawat hotplate dengan baik dan benar. Berikut langkah-langkah untuk menggunakan dan merawat hotplate :

B. Cara Menggunakan Hotpalte dengan Baik dan Benar

Cara Menggunakan Hotplate Laboratorium Kimia

Selain paham terhadap fungsi hotplate sendiri, kalian juga harus memahami cara penggunaannya. Langkah-langkah penggunaan hotplate dengan benar menjadi kunci dari keberhasilan seorang laboran dalam menjalankan tugasnya.

Jika seorang laboran tidak melakukan langkah dengan tepat maka hasil yang akan didapat tidak akan akurat. Sehingga, bisa jadi akan memberikan hasil yang kurang tepat. Berikut langkah-langkah penggunaan hotplate yang tepat:

  1. Siapkan sample atau larutan kimia yang akan digunakan.
  2. Siapkan gelas kimia atau Erlenmeyer sebagai wadah.
  3. Kemudian, tuangkan sample atau larutan kimia ke wadah yang akan digunakan.
  4. Letakkan wadah di atas top plate dengan baik dan benar.
  5. Hidupkan hotplate dengan menghubungkan ke arus listrik.
  6. Atur tombol pengaturan suhu ke arah jarum jam sesuai dengan suhu yang dikehendaki.
  7. Atur tombol pengaturan suhu hingga mendapatkan pengaturan kecepatan yang stabil.
  8. Tunggu proses pemanasan hingga mendidih.
  9. Setelah selesai, putar tombol pengaturan suhu dan tombol pengaturan kecepatan ke arah berlawanan dengan jarum jam hingga nol.
  10. Pindahkan wadah menggunakan hot hands supaya tangan tetap aman
  11. Matikan hotplate dengan melepas kabel dari arus listrik.

Jika kalian masih bingun cara menggunakan hotplate dengan benar maka bisa simak videonya dibawah ini:

C. Cara Merawat Hotplate dengan Baik dan Benar

Supaya hotplate dapat digunakan dalam kurun waktu yang lama. Maka, perlu dirawat dengan baik dan benar. Jika, tidak dirawat dengan baik dan benar bisa jadi hotplate akan mudah rusak. Tentu hal ini akan menjadi kendala tersendiri bagi laboran. Untuk merawat hotplate agar bertahan lama lakukanlah langkah-langkah berikut ini:

1. Bersihkan Hotplate

Membersihkan hotplate sebaiknya dilakukan setiap selesai menggunakan hotplate. Bersihkan dari debu dan bekas larutan yang telah di panaskan. Pembersihan dilakukan dari semua komponen hotplate baik hotplate house, knob pengaturan suhu, knob pengaturan kecepatan, dan juga top plate.

2. Gunakan Setiap Hari

Menghidupkan hotplate setiap hari akan membuat mesin hotplate tetap bekerja dengan baik. Sehingga, mesin hotplate dapat berfungsi normal. Jika, hotplate jarang digunakan akan dapat merusak mesin hotplate sehingga mesin tidak dapat bekerja dengan baik.

Nah, itulah pengertian dan fungsi hotplate secara singkat. Semoga dapat menjadi referensi bagi pembaca yang bekerja di laboratorium, mahasiswa, dosen maupun orang awam yang ingin mengetahui.