Tahukah kamu apa pengertian dan fungsi autoklaf? lantas seperti apa bentuk serta cara kerjanya? Autoklaf juga merupakan salah satu alat laboratorium loh. Bahkan keberadaannya alat ini sangatlah penting. Mengapa?, karena alat inilah yang digunakan untuk mensterilisasi alat-alat di laboratorium. Langkah ini di ambil untuk meniadakan mikroorganisme yang menempel di dalamnya.

Jenis mikroorganisme yang dapat di bunuh bisa berbentuk spora, bakteri dan bahkan masih banyak lagi. Bahkan autoklaf tidak hanya digunakan untuk membersihkan benda padat saja, melainkan dapat digunakan untuk membersihkan benda dalam wujud zat cair. Oleh karena itu kamu harus tahu  terlebih dahulu pengertian dan fungsi autoklaf itu sendiri. Berikut adalah urainnya:

Pengertian dan Fungsi Autoklaf

Autoklaf sengaja dibuat dengan tujuan untuk mempermudah proses sterilisasi perlengkapan laboratorium dan juga cairan kimia lain. Namun, seiring berjalannya waktu kini autoklaf juga telah digunakan di bidang industri dan medis.

Nah, sudahkah kamu mengenal autoklaf itu sendiri?, atau bahkan sampai detik ini baru kali ini saja kamu mendengarnya?, jika demikian, maka artikel ini akan memberikan pemahaman mengenai pengertian dan fungsi autoklaf yang digunakan di laboratorium.

A. Pengertian Autoklaf

Gambar Autoklaf Laboratorium

Autoklaf pertama kali ditemukan oleh Charles Chamberland pada tahun 1879, dan telah banyak digunakan disemua laboratorium pengujian. Bahkan bukan hanya di laboratorium medis saja, tetapi juga sampai di bidang industri terutama laboratorium kimia dan biologi. Lalu seperti apakah proses sterilisasi jika menggunakan alat ini?.

Proses sterilisasi disini ternyata bukan hanya menyangkut satu jenis proses saja. Melainkan ada banyak sekali jenis sterilisasi lain. Kira-kira apa sajakah itu?, yakni, filtrasi atu penyaringan, pemanasan, energi suara, dan juga penyinaran. Nah, dari banyaknya proses sterilisasi ternyata yang lebih efektif adalah dengan menggunakan alat ini.

Pengertian Autoklaf Secara Bahasa

Autoklaf atau dalam istilah lain disebut autoclave berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua buah kata, yakni kata auto yang berartikan diri, dan clavis yang berartikan kunci. Jadi, secara sederhananya autoklaf bisa di artikan sebagai alat pengunci diri atau ruangan tertutup.

Pengertian Autoklaf Secara Istilah

Secara istilah autoklaf dapat diartikan sebagai sebuah alat, ruang, sekaligus tempat untuk mensterilisasi perlengkapan laboratorium yang telah di gunakan. Mengapa autoklaf diartikan secara demikian?, karena autoklaf itu memang merupakan suatu ruang tertutup, hanya saja fungsinya ialah sebagai tempat sterilisasi.

Dari situ dapat digambarkan bahwa ketika melakukan sterilisasi menggunakan autoklaf, alat yang hendak disterilisasi dimasukkan kedalam mesin autoklaf kemudian menutupnya secara rapat-rapat. Jika peralatan medis yang sudah terpakai tidak dibersihkan, maka suatu rumah sakit atau laboratorium harus menyediakan perlengkapan dalam jumlah yang sangat banyak.

B. Fungsi Autoklaf Laboratorium

Fungsi Autoklaf dalam Proses Sterilisasi

Fungsi Autoklaf Laboratorium

Seperti apa yang sudah disinggung di atas, maka fungsi dari at ini sudah dapat diketahui. Namun ada berapakah objek yang dapat disterilisasi menggunakan alat ini?, ada 3, yakni : perlengkapan medis, perlengkapan laboratorium, dan media atau benda padan dan juga cair. Ternyata penggunaan autoklaf bukan hanya didunia medis saja. Lalu dibidang apa saja ya?, berikut penjelasannya.

Selain beberapa fungsi yang sudah dijelaskan di atas, autoklaf juga berperan aktif dibidang mikrobiologi, selain itu juga digunakan dalam proses pengelolaan limbah yang hendak dibuang. Wah ternyata fungsi dari autoklaf sangat beragam bukan?. Ternyata autoklaf juga terbagi kedalam beberapa jenis.

Jenis-jenis Autoklaf

Dari kutipan pembahasan pengertian dan fungsi autoklaf, sesikit akan dibahas perihal jenis-jenis autoklaf. Berikut adalah jenis-jenisnya:+

  • Autoklave Gravity Displacement

Autoclave gravity displacement merupakan jenis autoklaf dengan kinerja menggunakan cakupan suhu antara 121-134 derajat celcius. Jangkauan waktu yang dibutuhkan jenis autoklaf ini sekitar 10 sampai 30 menit. Alat jenis ini menggunakan gravitasi sebagai prinsip kerjanya.

Yang mana ketika udara ditekan kebawah ruangan, maka massa ruanganpun akan berubah menjadi ringan. Setelah itu akan dilakukan penyemprotan uap panas dari bagian atas autoklaf, yang kemudian dikeluarkan melalui katup udara. Ketika suhu meningkat maka proses sterilisasipun sedang terjadi.

  • Autoklave High Vacum

Berbeda dengan jenis autoklaf yang sudah dijelasakan sebelumnya,  jenis autoklaf ini menggunakan alat bantu yang berupa pompa. Pompa seperti apakah yang dimaksudkan?,  yakni pompa yang digunakan sebagai media keluarnya udara dari dalam ruangan.

Setelah udara keluar maka akan langsung diganti dengan uap panas, dari mana uap panas ini berasal?, yaitu yang akan secara langsung disemprotkan oleh pompa. Meski terbilang agak sulit dibandingkan proses sterilisasi yang pertama, namun prosesnya jauh lebih cepat kisaran 2 sampai 3 menit saja.

  • Steam-flush Pressure-pulse Autoclave

Untuk jenis autoklaf yang terakhir jauh lebih simple dibandingkan dengan penjelasan yang lain. Autoklaf akan bekerja dengan menggunakan uap dan juga dorongan yang ada di atmosfer bumi. Untuk prosesnya sendiri itu bergantung pada banyaknya jumlah alat yang disterilisasi.

Umumnya suhu yang dibutuhkan oleh autoklaf agar dapat mencapai sterilisasi ialah 121 derajat celcius. Dan memakan waktu 10 sampai 15 menit. Mengapa demikian?, hal ini dipicu karena mikroba endospora akan bisa terbunuh dalam suhu 100 derajat celcius.

Sejarah Penemuan Autoklaf

Untuk sejarah penggunaan autoklaf sendiri tidak ada catatan pasti yang dapat menjelaskan dan menggambarkan secara detail. Hanya saja ada dua nama ilmuan yang dikategorikan terlibat dalam penggunaan autoklaf. Lalu siapa sajakah ilmuan itu? 

Denis Papin

Tahukah kamu siapa itu Denis Papin?, Denis Papin ialah ilmuwan yang berasal dari negara Prancis. Denis papin lahir dibulan agustus tahun 1647. Pada bulan agustus tahun 1713 beliau telah tutup usia. Lantas siapakah beliau ini?, adakah hubungan antara beliau dengan materi yang dibahas?.

Beliau adalah seorang ahli fisika dan juga ahli matematika. Banyak sekali kaitannya karena beliau beberapa kali melakukan penemuan-penemuan akan sesuatu hal yang baru. Dan hal ini memungkinkan keterikatan antara beliau dan autoklaf.

Charles Chamberland

Sampai saat ini belum didapatkan data yang pasti mengenai hubungannya dengan autoklaf. Namun kedua nama ilmuwan ini dipercaya sebagai tokoh yang menemukan autoklaf hingga sekarang.

Kesimpulan

Setelah membaca tulisan diatas kita dapat mengetahui pengertian dan fungsi autoklaf itu sendiri. Autoklaf merupakan alat laboratorium yang digunakan dalam proses sterilisasi alat-alat laboratorium. Prinsip kerja autoklaf bergantung pada suhu panas dalam proses sterilisasi. Hal ini bertujuan agar hasil yang didapatkan sangatlah memuaskan.

Penjelasan lain dapat ditemukan diberbagai media atau bahan bacaan lain. Dan apa yang diartikel ini semoga menjadi bahan tambahan pengetahuan dan jadi bahan referensi kedepannya.