10 Contoh Bahan Kimia Beracun di Laboratorium

Laborarium adalah tempat penelitian dan pengujian yang membutuhkan alat dan bahan-bahan beracun dan berbahaya. Hampir semua bahan yang digunakan di laboratorium memiliki dampak negatif terhadap kesehatan manusia. Contoh bahan kimia yang beracun dan sering kita gunakan di laboratorium adalah asam sulfat dan asam amonia.

Namun perlu kamu ketahui jika masih ada banyak lagi bahan kimia yang berbahaya bagi manusia. Pada artikel ini, Blog Kimia coba ulas 10 contoh bahan kimia beracun yang sering digunakan di laboratorium beserta dampaknya.

10 Contoh Bahan Kimia Beracun di Laboratorium

Penggunaan bahan kimia beracun di laboratorium sangatlah berbahaya bagi para penggunanya. Oleh karena kita wajib menggunakan alat pelindung diri yang lengkap agar terhindar dari kecelakaan kerja akibat bahan kimia berikut ini:

1. Merkuri (Hg)

Merkuri adalah bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan kesehatan serius pada manusia. Beberapa alat laboratorium yang menggunakan merkuri antara lain termometer, barometer dan spektroskop.

Merkuri berbentuk cairan perak yang sangat berat dan mudah menguap, sehingga mudah menyebar dalam bentuk uap yang dapat terhirup dan masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Paparan merkuri dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf, ginjal, dan otak, serta dapat mengganggu perkembangan janin pada ibu hamil.

2. Asam Klorida (HCl)

Asam klorida adalah bahan kimia berbahaya yang sering digunakan di laboratorium. Biasanya asam klorida sering digunakan dalam analisa kualitatif dan kuantitatif pada sintesis senyawa kimia.

Namun tahukah kamu jika asam klorida memiliki sifat korosif yang dapat menyebabkan luka bakar pada kulit dan mata? Bahkan bahan kimia ini dapat mengiritasi saluran pernapasan jika terhirup dalam jumlah besar. Paparan asam klorida dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan dan kerusakan paru-paru.

3. Asam Nitrat (HNO3)

Asam nitrat adalah bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam berbagai aplikasi analisis kimia di laboratorium. Selain itu, asam nitrat juga kerap digunakan dalam produksi pupuk dan bahan peledak.

Asam nitrat bersifat korosif dan dapat menyebabkan luka bakar pada kulit dan mata. Bahkan asam nitrat juga dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan jika terhirup dalam jumlah besar.

4. Kloroform (CHCl3)

Kloroform adalah bahan kimia beracun yang sering digunakan di laboratorium sebagai pelarut organik dan sebagai anestesi. Paparan kloroform dalam jangka yang panjang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh yang serius pada hati dan ginjal.

Limbah kloroform juga sangat berbahaya terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itu penting sekali menerapkan penganan limbah yang baik dengan mempertimbangkan analisis dampaknya.

5. Arsenik (As)

Arsenik adalah bahan kimia beracun yang sering digunakan di laboratorium. Biasanya arsenik sering diaplikasikan sebagai bahan pengawet kayu, pupuk, dan pestisida.

Arsenik bersifat sangat berbahaya karena dapat menyebabkan efek samping pada sistem saraf pusat, paru-paru, ginjal, dan hati. Paparan arsenik dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terkena kanker dan penyakit lainnya.

6. Amoniak (NH3)

Amoniak adalah bahan kimia beracun yang digunakan dalam produksi pupuk dan produk pembersih. Bahan kimia ini bersifat berbahaya karena dapat merusak sistem pernapasan, kulit, dan mata.

Paparan amoniak dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan sistem saraf. Karena sifatnya yang berbahaya, penggunaan amoniak di laboratorium harus dilakukan dengan hati-hati dan memerlukan tindakan pencegahan yang ketat.

7. Aseton (C3H6O)

Aseton atau propanon adalah cairan kimia yang sangat mudah menguap, tidak berwarna, dan mudah terbakar bila terkena api. Selain digunakan untuk menghapus kutek, aseton juga digunakan dalam industri kimiawi sebagai bahan pelarut cat, resin, plastik dan pembuatan lem.

Aseton adalah bahan kimia berbahaya yang mudah terbakar. Bahkan paparan uap dari aseton juga dapat menyebabkan masalah pernapasan dan sistem saraf pada manusia.

8. Asam Sulfat (H2SO4)

Asam sulfat adalah bahan kimia berbahaya yang sering digunakan dalam laboratorium. Bahan kimia ini bersifat korosif dan dapat menyebabkan luka bakar parah pada kulit dan mata.

Asam sulfat juga dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan kerusakan paru-paru. Paparan asam sulfat yang tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada organ dalam seperti hati, ginjal, dan sistem saraf.

9. Timbal (Pb)

Timbal adalah bahan kimia beracun yang sering digunakan di laboratorium sebagai pigmen dan bahan pengisi dalam cat. Selain itu timbal juga sering digunakan dalam pengujian kimia dan kalibrasi instrumen laboratorium.

Timbal bersifat berbahaya karena dapat merusak sistem saraf, ginjal, dan sistem reproduksi manusia. Paparan timbal dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sistem saraf, menyebabkan kerusakan ginjal, serta menyebabkan gangguan reproduksi.

10. Formalin (HCHO)

Formaldehida atau yang lebih populer disebut formalin adalah bahan kimia beracun yang digunakan dalam produksi kayu lapis dan tekstil. Formalin mengandung zat formaldehida yang bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker, serta dapat merusak saluran pernapasan, mata, dan kulit.

Paparan formalin dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah pernapasan, iritasi kulit dan mata, dan bahkan kanker.

Kesimpulan

Itulah 10 contoh bahan kimia beracun di laboratorium yang perlu kamu waspadai. Karena sifatnya yang berbahaya, penggunaan bahan kimia beracun di laboratorium harus dilakukan dengan hati-hati dan memerlukan tindakan pencegahan yang ketat.

Oleh karena itu penggunaan alat pelindung diri yang sesuai, penggunaan alat laboratorium yang aman, serta penanganan limbah B3 yang tepat perlu untuk diperhatikan.

Avatar

Meidi Y

Mahasiswa lulusan D3 Analisis Kimia yang Sedang Melanjutkan Kuliah S1 Teknologi Hasil Pertanian di Kota Pendidikan.

Bagikan:

Tinggalkan komentar