Apa Saja yang Membedakan Senyawa dan Campuran

Meidi Yuwono

Senyawa dan campuran adalah dua hal yang seringkali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Meski keduanya terlihat sama, namun sebenarnya terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya. Lalu apa saja yang membedakan senyawa dan campuran?

Dalam artikel ini, Blog Kimia akan membahas perbedaan antara senyawa dan campuran, serta sifat-sifat dan metode pemisahan keduanya.

Pengertian Senyawa dan Campuran

Senyawa adalah gabungan dari dua atau lebih unsur yang bergabung secara kimiawi. Contohnya, air (H2O) terdiri dari dua unsur yaitu hidrogen (H) dan oksigen (O) yang bergabung secara kimiawi membentuk molekul air.

Sementara itu, campuran adalah gabungan dari dua atau lebih zat yang tidak bergabung secara kimiawi. Contohnya, garam dapur (NaCl) yang terdiri dari natrium (Na) dan klorin (Cl) adalah senyawa, sedangkan garam dapur yang tercampur dengan pasir adalah campuran.

Sifat-Sifat Senyawa dan Campuran

Terdapat perbedaan sifat fisik antara senyawa dan campuran. Berikut perbedaan keduanya:

Sifat Fisik Senyawa dan Campuran

Senyawa memiliki sifat fisik yang sama dan tidak bisa dipisahkan dengan cara fisik, sedangkan campuran memiliki sifat fisik yang berbeda-beda dan bisa dipisahkan dengan cara fisik.

Contohnya, air selalu memiliki titik didih pada 100 derajat Celsius dan titik beku pada 0 derajat Celsius, sementara campuran air dengan garam dapur memiliki titik didih dan titik beku yang berbeda dari air murni.

Sifat Kimia Senyawa dan Campuran

Senyawa juga memiliki sifat kimia yang sama dan tidak bisa diubah dengan cara kimia, sedangkan campuran memiliki sifat kimia yang berbeda-beda dan bisa diubah dengan cara kimia.

Contohnya, air selalu bereaksi dengan unsur-unsur tertentu dengan cara yang sama, sedangkan campuran air dengan garam dapur bisa dipecah menjadi unsur-unsur aslinya dengan cara elektrolisis.

Metode Pemisahan Senyawa dan Campuran

Terdapat perbedaan metode pemisahan antara senyawa dan campuran. Berikut perbedaan keduanya:

Metode Pemisahan Senyawa

Pemisahan senyawa biasanya dilakukan dengan cara kimiawi seperti elektrolisis atau reaksi kimia. Sebagai contoh, pemisahan air menjadi unsur-unsurnya dilakukan dengan elektrolisis.

Metode Pemisahan Campuran

Pemisahan campuran biasanya dilakukan dengan cara fisik seperti penyaringan atau distilasi. Sebagai contoh, pemisahan garam dapur dari air dilakukan dengan cara pemanasan hingga air menguap dan garam dapur tetap. Kemudian garam dapur dapat dipisahkan dengan cara penyaringan.

Contoh-contoh Senyawa dan Campuran

Beberapa contoh senyawa meliputi:

  1. Air (H2O)
  2. Gula (C12H22O11)
  3. Asam sulfat (H2SO4)
  4. Amonia (NH3)
  5. Gas karbon dioksida (CO2)

Sementara itu, beberapa contoh campuran meliputi:

  1. Udara (O2, N2, CO2, dan lain-lain)
  2. Sari buah (air, gula, dan vitamin)
  3. Garam dapur dan pasir
  4. Air dan minyak
  5. Minuman bersoda (air, karbon dioksida, dan sirup)

Kesimpulan

Demikian ulasan mengenai apa saja yang membedakan senyawa dan campuran. Pada artikel ini kita bisa menyimpulkan bahwa, senyawa dan campuran adalah dua hal yang berbeda meskipun terkadang sulit untuk membedakannya.

Senyawa terdiri dari unsur-unsur yang bergabung secara kimiawi, memiliki sifat fisik dan kimia yang sama, dan tidak dapat dipisahkan dengan cara fisik. Sementara itu, campuran terdiri dari zat-zat yang tidak bergabung secara kimiawi, memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda-beda, dan dapat dipisahkan dengan cara fisik.

Bagikan:

Related Post

Tinggalkan komentar