100 Bahan Kimia Beserta Fungsinya

Meidi Yuwono

Pada artikel kali ini kita akan mengenal 100 bahan kimia yang umum ditemukan di laboratorium beserta fungsinya. Seperti yang kita ketahui jika laboratorium memiliki ratusan bahan kimia yang digunakan untuk menunjang proses penelitian. Setiap bahan kimia memiliki yang ada memiliki elemen penyusunnya, baik itu dari satu elemen ataupun lebih.

Biasanya juga bahan kimia memiliki wujud berupa padatan, cairan, atau gas dengan komposisi kimia yang khas. Terdapat berbagai macam kegunaan bahan kimia di bidang industri dan kehidupan sehari-hari, seperti dalam pembuatan produk kimia, obat-obatan, kosmetik, dan makanan.

Berikut 100 Bahan Kimia Beserta Fungsinya di Berbagai Industri

100 Bahan Kimia dan Fungsinya

Berikut ini 100 bahan kimia beserta fungsinya yang sudah Blog Kimia rangkum dengan singkat!

  1. Air (H2O): Pelarut universal, penting untuk reaksi kimia dan kehidupan.
  2. Aluminium oksida (Al2O3): Digunakan dalam produksi aluminium, keramik, dan dalam industri kimia.
  3. Aminium sulfat ((NH4)2SO4): Digunakan sebagai pupuk, dalam produksi deterjen, dan dalam sintesis kimia.
  4. Amonia (NH3): Digunakan dalam pembuatan pupuk, bahan pembersih, dan dalam industri tekstil.
  5. Amonium bikarbonat (NH₄HCO₃): Digunakan dalam industri makanan dan minuman sebagai bahan pengembang untuk roti, kue, dan produk-produk tepung lainnya.
  6. Amonium dihidrogen fosfat (NH₄H₂PO₄): Digunakan dalam industri pupuk sebagai sumber nutrisi nitrogen dan fosfor bagi tanaman.
  7. Amonium klorida (NH4Cl): Digunakan dalam produksi pupuk, bahan peledak, dan dalam industri kimia.
  8. Amonium molibdat ((NH4)2MoO4): Digunakan dalam industri metalurgi sebagai agen pengoksidasi dalam produksi logam, seperti molibdenum dan kromium.
  9. Amonium nitrat (NH4NO3): Digunakan dalam produksi pupuk, bahan peledak, dan dalam industri pertanian.
  10. Amonium persulfat ((NH4)2S2O8): Digunakan dalam industri elektronik sebagai inisiator dalam proses polimerisasi, seperti produksi plastik, karet, dan resin.
  11. Amonium sulfida ((NH4)2S): Digunakan dalam industri tekstil sebagai agen penghilang zat warna pada proses pencelupan dan pemutihan serat.
  12. Asam asetat (CH3COOH): Digunakan dalam produksi asetanilida, pengawet makanan, dan dalam industri kimia.
  13. Asam format (CH₂O₂): Digunakan dalam industri pengolahan kulit, industri tekstil, dan industri farmasi sebagai bahan kimia, pengawet, dan bahan baku dalam produksi bahan kimia lainnya.
  14. Asam fosfat (H3PO4): Digunakan dalam produksi pupuk, minuman ringan, dan dalam industri makanan.
  15. Asam hidrofluorik (HF): Digunakan dalam industri kimia, pemrosesan logam, pembuatan kaca, dan dalam laboratorium kimia.
  16. Asam klorida (HCl): Digunakan dalam produksi plastik, pembersihan industri, dan dalam sintesis kimia.
  17. Asam nitrat (HNO3): Digunakan dalam produksi pupuk, bahan peledak, dan dalam industri kimia.
  18. Asam oksalat (C2H2O4): Digunakan dalam industri logam, seperti pembuatan cermin, logam mangan, dan pemurnian logam.
  19. Asam perklorik (HClO₄): Digunakan dalam industri kimia sebagai bahan baku dalam produksi bahan peledak, bahan konservasi makanan, dan bahan kimia lainnya.
  20. Asam pikrat (C6H3N3O7): Digunakan dalam industri peledak sebagai bahan peledak, khususnya dalam industri pertahanan.
  21. Asam salisilat (C7H6O3): Digunakan dalam industri kosmetik dan farmasi sebagai bahan baku dalam produksi obat-obatan, seperti aspirin.
  22. Asam sitrat (C6H8O7): Digunakan sebagai bahan pengawet makanan, penambah rasa, dan dalam industri makanan dan minuman.
  23. Asam sulfat (H2SO4): Digunakan dalam industri kimia, pembuatan pupuk, dan sebagai asam kuat.
  24. Asam tartarat (C4H6O6): Digunakan dalam industri makanan dan minuman sebagai pengatur keasaman, penstabil, dan pengemulsi.
  25. Asam trifluoroasetat (C2HF3O2): Digunakan dalam sintesis kimia organik, produksi obat-obatan, bahan pewarna, dan bahan kimia khusus lainnya.
  26. Asam trikloroasetat (C2HCl3O2): Digunakan dalam industri farmasi dan kimia sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa organik, seperti obat-obatan, herbisida, dan bahan kimia lainnya.
  27. Asetaldehida (C2H4O): Digunakan dalam sterilisasi medis, produksi plastik, dan dalam sintesis kimia.
  28. Aseton (C3H6O): Digunakan sebagai pelarut, bahan penghapus kuteks, dan dalam produksi plastik.
  29. Asetonitril (CH3CN): Digunakan sebagai pelarut dalam analisis kimia, dalam industri farmasi, dan dalam sintesis kimia.
  30. Aspartam (C14H18N2O5): Digunakan sebagai pemanis buatan dalam industri makanan dan minuman.
  31. Barium sulfat (BaSO4): Digunakan dalam produksi cat, bahan pengisi, dan dalam industri medis.
  32. Belerang dioksida (SO2): Digunakan dalam industri kertas, pemrosesan makanan, dan dalam produksi bahan kimia lainnya.
  33. Benzene (C6H6): Digunakan dalam produksi plastik, karet sintetis, dan dalam industri petrokimia.
  34. Benzoil klorida (C7H5ClO): Digunakan dalam industri kimia sebagai bahan baku dalam produksi senyawa organik, seperti pewarna, plastik, dan bahan kimia lainnya.
  35. Boron triflorida (BF3): Digunakan dalam industri kimia sebagai katalis dalam berbagai reaksi kimia, seperti produksi plastik, bahan kimia organik, dan farmasi.
  36. Bromoform (CHBr3): Digunakan dalam industri farmasi sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kimia kompleks.
  37. Dibenzil keton (C15H14O): Digunakan dalam industri parfum dan aroma sebagai bahan penghasil aroma dan sebagai bahan baku dalam produksi obat-obatan.
  38. Dietil eter (C2H5)2O: Digunakan sebagai pelarut dalam industri kimia, farmasi, dan laboratorium.
  39. Etanol (C2H5OH): Digunakan sebagai bahan bakar, pelarut, dan dalam produksi minuman beralkohol.
  40. Etena (C2H4): Digunakan dalam produksi polietilen, dalam pemrosesan makanan, dan dalam industri petrokimia.
  41. Etilena glikol (C2H6O2): Digunakan dalam industri otomotif sebagai bahan dalam cairan pendingin mesin dan sebagai pelarut, pengawet, dan bahan baku untuk produk-produk kimia lainnya.
  42. Formaldehida (CH2O): Digunakan dalam industri pengawetan kayu, produksi plastik, dan dalam bahan kimia lainnya.
  43. Fosfor pentoksida (P2O5): Digunakan dalam produksi pupuk, deterjen, dan dalam industri kimia.
  44. Gas hidrogen (H2): Digunakan dalam industri kimia, produksi amonia, dan sebagai bahan bakar alternatif.
  45. Gel silika (SiO2): Digunakan dalam industri farmasi, elektronik, makanan, dan banyak aplikasi lainnya sebagai agen pengering.
  46. Glukosa (C6H12O6): Sumber energi dalam tubuh, digunakan dalam industri makanan dan minuman.
  47. Glutamin (C5H10N2O3): Digunakan dalam industri makanan dan minuman sebagai bahan tambahan yang meningkatkan rasa dan nutrisi produk.
  48. Heksana (C6H14): Digunakan sebagai pelarut dalam industri kimia, farmasi, dan laboratorium.
  49. Hidrazin (N2H4): Digunakan dalam industri penerbangan dan antariksa sebagai bahan bakar roket.
  50. Hidrogen Bromida (HBr): Digunakan dalam industri kimia, produksi bahan kimia organik, dan dalam sintesis kimia.
  51. Hidrogen iodida (HI): Digunakan dalam sintesis kimia, produksi obat-obatan, dan dalam laboratorium kimia.
  52. Hidrogen peroksida (H2O2): Bahan pemutih, bahan oksidasi, dan digunakan sebagai desinfektan.
  53. Hidrogen sianida (HCN): Digunakan dalam produksi plastik, pestisida, dan dalam industri kimia.
  54. Hidrogen sulfida (H2S): Digunakan dalam industri kimia, pembuatan sulfida logam, dan dalam produksi bahan kimia lainnya.
  55. Hidroksimetilfurfural (C6H6O3): Digunakan dalam industri kimia sebagai pelarut, biokatalisator dan bahan bakar alternatif.
  56. Isopropil asetat (C5H10O2): Digunakan dalam industri cat dan pelapis sebagai pelarut, pengencer, dan bahan tambahan dalam formulasi.
  57. Isopropilamina (C3H9N): Digunakan dalam industri farmasi sebagai bahan baku dalam produksi obat-obatan, seperti antidepresan dan antihistamin.
  58. Kafein (C8H10N4O2): Digunakan dalam industri minuman, seperti kopi, teh, minuman energi, dan minuman ringan, untuk memberikan efek stimulan dan meningkatkan daya konsentrasi.
  59. Kalium klorida (KCl): Digunakan dalam makanan, pemupukan tanaman, dan dalam produksi pupuk.
  60. Kalium nitrat (KNO3): Digunakan dalam produksi kembang api, pupuk, dan dalam industri kimia.
  61. Kalium permanganat (KMnO4): Digunakan sebagai zat pemutih, desinfektan, dan dalam industri kimia.
  62. Kalsium hidroksida (Ca(OH)₂): Digunakan dalam industri konstruksi sebagai bahan tambahan dalam campuran beton dan mortir.
  63. Kalsium karbonate (CaCO3): Digunakan dalam produksi semen, cat, dan sebagai suplemen kalsium.
  64. Kalsium klorida (CaCl2): Digunakan sebagai pengering udara, dalam produksi es buatan, dan dalam industri pengolahan makanan.
  65. Kalsium oksida (CaO): Digunakan dalam produksi semen, pupuk, dan dalam industri kimia.
  66. Kalsium sulfat (CaSO4): Digunakan dalam industri konstruksi sebagai bahan pengisi dalam pembuatan papan gypsum dan semen.
  67. Karbon aktif: Digunakan dalam industri pengolahan air, pemurnian gas, produksi baterai, industri farmasi, dan industri kimia umum sebagai bahan penyerap dan pemurni.
  68. Karbon dioksida (CO2): Digunakan dalam minuman berkarbonasi, pemadam api, dan dalam proses fotosintesis.
  69. Karbon monoksida (CO): Digunakan dalam produksi baja, sebagai bahan bakar dalam industri, dan dalam sintesis kimia.
  70. Kloroform (CHCl3): Digunakan dalam industri farmasi, kimia, dan laboratorium sebagai pelarut, agen pendingin, dan bahan baku untuk sintesis senyawa kimia.
  71. Krotonaldehida (CH₃CH=CHCHO): Digunakan dalam industri kimia sebagai bahan baku dalam produksi resin, plastik, dan bahan kimia lainnya.
  72. Metana (CH4): Bahan bakar alam, digunakan sebagai sumber energi.
  73. Metanol (CH3OH): Digunakan dalam produksi bahan bakar, pelarut, dan dalam industri kimia.
  74. Metenamin (C6H12N4): Digunakan dalam industri farmasi sebagai bahan baku dalam produksi obat-obatan, terutama antibiotik.
  75. Natrium asetat (CH3COONa): Digunakan dalam industri tekstil, pengawetan makanan, dan dalam produksi karet.
  76. Natrium bikarbonat (NaHCO3): Digunakan sebagai bahan pengembang dalam adonan roti, sebagai antasida, dan dalam pembersihan.
  77. Natrium hidroksida (NaOH): Digunakan dalam pembuatan sabun, pengolahan limbah, dan pembuatan kertas.
  78. Natrium hipoklorit (NaClO): Digunakan sebagai pemutih, desinfektan, dan dalam industri pemrosesan air.
  79. Natrium karbonat (Na2CO3): Digunakan dalam produksi kaca, sabun, dan deterjen.
  80. Natrium klorida (NaCl): Bahan pembentuk garam, digunakan dalam makanan dan industri kimia.
  81. Natrium nitrat (NaNO3): Digunakan dalam produksi kembang api, pupuk, dan dalam industri kimia.
  82. Natrium sulfat (Na2SO4): Digunakan dalam produksi deterjen, kertas, dan dalam industri kimia.
  83. Natrium tetraborat (Na₂[B₄O₅(OH)₄]·8H₂O): Digunakan dalam industri kaca, keramik, deterjen, pengawet kayu, dan perlindungan kebakaran.
  84. Natrium tiosulfat (Na2S2O3): Digunakan dalam fotografi, sebagai agen reduktor, dan dalam pengolahan air.
  85. Nitrogen (N2): Digunakan dalam industri kimia, dalam proses pengelasan, dan sebagai gas inert.
  86. Nitrogen dioksida (NO2): Digunakan dalam produksi asam nitrat, dalam pemrosesan logam, dan dalam industri kimia.
  87. Dinitrogen oksida (N2O): Digunakan sebagai gas dalam anestesi kedokteran dalam pembiusan.
  88. Oksigen (O2): Digunakan dalam proses pembakaran, dalam respirasi, dan dalam pengolahan limbah.
  89. Perak nitrat (AgNO3): Digunakan dalam fotografi, produksi kaca cermin, dan dalam sintesis kimia.
  90. Propilen glikol (C3H8O2): Digunakan dalam industri makanan dan minuman sebagai bahan pengawet, pelarut, pelembut, dan penstabil.
  91. Seng sulfat (ZnSO4): Digunakan dalam industri pertanian sebagai pupuk untuk meningkatkan kandungan seng dalam tanah.
  92. Sesium klorida (CsCl): Digunakan dalam industri kaca dan keramik sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan sifat transparansi dan kualitas.
  93. Setiltrimetilamonium bromida (C19H42BrN): Digunakan dalam industri kosmetik dan perawatan pribadi sebagai bahan pengawet, pengemulsi, dan antistatik.
  94. Sianida (CN-): Digunakan dalam industri metalurgi dalam proses pemisahan logam, seperti emas dan perak dari bijihnya.
  95. Sukrosa (C12H22O11): Gula alami, digunakan sebagai pemanis dalam makanan dan minuman.
  96. Tetrafluoroetilena (C2F4): Digunakan sebagai bahan baku dalam produksi polimer teflon (politetrafluoroetilena atau PTFE), yang memiliki sifat anti lengket dan tahan terhadap panas dan bahan kimia.
  97. Toluena (C7H8): Digunakan dalam produksi cat, pelarut, dan dalam industri kimia.
  98. Urea (CH₄N₂O): Digunakan secara luas dalam industri pupuk sebagai sumber nitrogen yang penting bagi tanaman.
  99. Vinil klorida (C2H3Cl): Digunakan sebagai bahan baku dalam produksi polivinil klorida (PVC).
  100. Zirkonium dioksida (ZrO2): Digunakan dalam industri keramik, refraktori, dan katalis. .

Itulah 100 daftar bahan kimia beserta fungsinya di berbagai bidang industri. Perlu dicatat bahwa fungsi bahan kimia di atas dapat bervariasi tergantung pada penggunaan dan aplikasinya.

Bagikan:

Related Post

Tinggalkan komentar